Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Ayatollah Ali Khamenei Dimakamkan, Jutaan Pelayat Padati Iran dan Irak

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 10 Juli 2026 | 18:34 WIB
Jutaan pelayat memenuhi prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. (Al-Jazeera)
Jutaan pelayat memenuhi prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. (Al-Jazeera)

Radar Pasuruan - Prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Kota Mashhad, Iran, pada Kamis (9/7) menjadi penutup rangkaian penghormatan nasional yang berlangsung selama sepekan. Upacara pemakaman tersebut dihadiri jutaan pelayat dari Iran maupun Irak dan berlangsung di tengah memanasnya konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) serta Israel.

Mengutip laporan Al Jazeera, sejak pagi hari ribuan hingga jutaan warga memadati jalan-jalan di Mashhad. Mereka membawa bendera Iran, foto-foto Ali Khamenei, serta poster berisi slogan-slogan revolusi untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum prosesi pemakaman dimulai pada pukul 14.30 waktu setempat.

Pemakaman itu menjadi akhir dari masa berkabung nasional setelah Khamenei dilaporkan tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari. Dalam serangan tersebut, beberapa anggota keluarganya juga dilaporkan meninggal dunia.

Sebelum dimakamkan di Mashhad, jenazah Ali Khamenei terlebih dahulu dibawa ke sejumlah kota suci Syiah. Setelah prosesi penghormatan di Najaf dan Karbala, Irak, jenazah diterbangkan ke Bandara Internasional Mashhad sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Iran, IRNA.

Kelompok paramiliter Irak Popular Mobilisation Forces (PMF) atau Hashd al-Shaabi menyebut lebih dari 2,3 juta orang mengikuti prosesi penghormatan di Kota Najaf.

Sebelumnya, jenazah Khamenei bersama empat anggota keluarganya juga diarak di Teheran dan Kota Qom. Media Tasnim serta Press TV melaporkan jutaan warga menghadiri prosesi tersebut, sementara pejabat Iran menyebutnya sebagai pertemuan publik terbesar dalam sejarah modern negara itu.

Baca Juga: Minyak Dunia Melonjak 5 Persen, Ancaman Trump Serang Iran Bikin Pasar Bergejolak

Selain dipenuhi doa dan penghormatan terakhir, prosesi pemakaman di Mashhad juga diwarnai seruan balas dendam terhadap Amerika Serikat. Massa yang hadir meneriakkan berbagai slogan yang menuntut pembalasan atas kematian Ali Khamenei serta menyalahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Saya bersumpah demi darah pemimpin tertinggi, Trump, kami akan membunuh Anda," teriak massa dalam prosesi.

Sejumlah perempuan juga terlihat membawa poster bertuliskan "Bunuh Trump".

Prosesi tersebut berlangsung ketika ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat masih terus berlanjut. Meski sebelumnya Washington sempat menyatakan akan menghentikan serangan untuk sementara waktu, kedua negara kembali saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir.

Perhatian publik juga tertuju kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, putra mendiang Ali Khamenei. Hingga prosesi pemakaman berakhir, Mojtaba belum terlihat muncul di hadapan publik.

Pemerintah Iran menyatakan Mojtaba mengalami luka dalam serangan yang menewaskan ayahnya. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai kondisi maupun tingkat cedera yang dialaminya.

Televisi pemerintah Iran sempat mengumumkan perubahan jadwal pemakaman menjadi pukul 14.30 waktu setempat karena banyak pelayat masih mengikuti prosesi penghormatan di Irak.

Sementara itu, jurnalis Al Jazeera Resul Serdar Atas melaporkan dari Teheran bahwa serangan terhadap jalur kereta Teheran-Mashhad pada malam sebelumnya tidak mengganggu jalannya pemakaman, meski jalur tersebut untuk sementara tidak dapat digunakan.

Kepala kantor mendiang pemimpin Iran, Mohammad Mohammadi Golpayegani, mengungkapkan bahwa Ali Khamenei sejak lama menginginkan dimakamkan di Kota Mashhad. Lokasi pemakamannya berada di dekat kompleks makam Imam Reza yang merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Muslim Syiah.

Prosesi pemakaman tersebut sekaligus menutup masa penghormatan nasional selama sepekan dan menjadi simbol penting di tengah situasi politik serta keamanan Iran yang masih memanas akibat konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga: Resmi Dimulai! Biosolar B50 Hadir di Rest Area Jasa Marga, Ini Lokasi Pertamanya

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Ayatollah Ali Khamenei #iran #Israel