Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Jasa Marga Mulai Jual Biosolar B50 di Rest Area, Dukung Kemandirian Energi

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08 WIB

 

Penampakan BBM B50 mulai dijual di SPBU jaringan rest area. (Jasa Marga)
Penampakan BBM B50 mulai dijual di SPBU jaringan rest area. (Jasa Marga)

Radar Pasuruan - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mulai menyediakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar B50 di sejumlah rest area jalan tol sebagai bentuk dukungan terhadap program kemandirian energi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu lokasi yang telah melayani penjualan B50 berada di Rest Area KM 57A Jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Rest area tersebut dipilih karena berada di jalur utama mobilitas masyarakat dan distribusi logistik nasional serta memiliki akses menuju Jalan Layang Sheikh Mohamed Bin Zayed (MBZ). Kehadiran B50 di lokasi itu diharapkan dapat mempermudah pengguna jalan, khususnya kendaraan logistik, memperoleh bahan bakar sesuai kebijakan pemerintah.

Untuk mendukung implementasi tersebut, Jasa Marga melakukan koordinasi intensif bersama PT Pertamina (Persero) dan mitra pengelola SPBU agar kesiapan fasilitas serta kelancaran layanan dapat berjalan optimal.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan penyediaan Biosolar B50 di SPBU rest area merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang adaptif terhadap perkembangan kebutuhan transportasi nasional.

“Sebagai operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga memastikan ekosistem infrastruktur pendukung jalan tol mampu beradaptasi dengan kebutuhan transportasi masa depan. Melalui kesiapan rest area dan sinergi bersama Pertamina, kami mendukung implementasi Biosolar B50 agar pengguna jalan, termasuk kendaraan logistik, dapat mengakses layanan energi yang sejalan dengan agenda transisi energi nasional,” ujar Rivan, Jumat (10/7).

Menurutnya, Jasa Marga terus menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam pengelolaan bisnis, termasuk melalui pengembangan layanan jalan tol dan rest area yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan.

Baca Juga: Bahlil Tegaskan Tambang Wajib Pakai B50 atau RKAB Bisa Ditinjau Ulang

“Dukungan terhadap implementasi Biosolar B50 merupakan bagian dari komitmen Jasa Marga untuk berkontribusi dalam agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong transportasi yang lebih berkelanjutan. Kami percaya rest area memiliki peran yang semakin strategis, bukan hanya sebagai tempat singgah, tetapi juga sebagai simpul layanan yang mendukung mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan transisi energi,” tambahnya.

Jasa Marga juga menyatakan penyediaan Biosolar B50 di rest area akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas, kualitas layanan, serta regulasi yang berlaku.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Program Mandatori Biodiesel 50 persen (B50) di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis (9/7). Program tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis 9 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini secara resmi meluncurkan biodiesel B50," ujar Presiden.

Prabowo menyatakan Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan kebijakan mandatori B50. Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan kemampuan Indonesia memanfaatkan sumber daya alam untuk kepentingan masyarakat serta memperkuat kemandirian bangsa.

"Ini bukti Indonesia mampu memanfaatkan kekayaan alamnya sendiri untuk mementingkan rakyatnya sendiri. Ini tonggak penting untuk kemandirian bangsa sendiri," kata Presiden menegaskan.

Presiden juga menjelaskan bahwa pemerintah sejak lama berupaya meningkatkan kemandirian energi nasional. Setelah implementasi B40 dinilai belum cukup, pemerintah memutuskan meningkatkan bauran biodiesel menjadi B50 sebagai langkah mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.

"B40 tidak cukup, bahkan saat itu saya dorong B100. Tapi menteri-menteri saya meyakinkan bahwa B50 saja, kita tidak impor solar dari luar negeri," kata Presiden.

Prabowo menambahkan bahwa sektor energi memiliki peran yang sangat penting bagi masa depan bangsa. Dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki potensi besar untuk mencapai kedaulatan energi secara berkelanjutan.

Baca Juga: Bupati Sukoharjo Tiba di Gedung KPK Usai Terjaring OTT, Diduga Peras Perangkat Daerah

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Jasa Marga #Biosolar B50 #Rest Area #Prabowo Subianto #pertamina