Radar Pasuruan - Keluarga Khamenei masih menjalani masa berkabung setelah wafatnya mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara bersama sejumlah anggota keluarganya.
Mengutip laporan Al Jazeera pada Selasa (7/7), prosesi pemakaman dihadiri jutaan pelayat serta delegasi dari berbagai negara. Namun, perhatian publik justru tertuju pada tidak hadirnya Pemimpin Tertinggi Iran saat ini, Mojtaba Khamenei, sepanjang rangkaian upacara pemakaman.
Pemerintah Iran menyatakan Mojtaba Khamenei tidak menghadiri prosesi tersebut karena pertimbangan keamanan setelah serangan yang menewaskan ayahnya.
Meski sejumlah anggota keluarga Khamenei dan pejabat tinggi Iran hadir dalam pemakaman, absennya Mojtaba memunculkan beragam spekulasi di tengah masyarakat.
Sebagian warga Teheran mulai mempertanyakan kondisi keamanan nasional setelah pemimpin tertinggi tidak tampil di hadapan publik dalam momen penting tersebut.
Selain itu, beredar pula berbagai rumor mengenai kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei. Sejumlah laporan media menyebut ia diduga mengalami luka serius akibat serangan yang menewaskan ayah dan istrinya. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran yang membenarkan informasi tersebut.
Situasi itu membuat sebagian masyarakat meragukan penjelasan resmi mengenai kondisi pemimpin negara.
Baca Juga: Pilot F-15 AS Ungkap Penampakan Drone Iran Mirip Ubur-ubur Sebelum Pesawatnya Ditembak Jatuh di Atas Iran
Di sisi lain, sebagian warga menilai keputusan Mojtaba untuk tidak muncul di depan publik masih dapat dipahami mengingat ancaman keamanan yang belum sepenuhnya mereda.
Para analis politik menilai absennya seorang pemimpin tertinggi dalam waktu cukup lama merupakan situasi yang tidak lazim. Meski demikian, kondisi keamanan pascakonflik dinilai menjadi faktor yang harus diperhitungkan.
Mereka juga menilai pemerintah tidak dapat mempertahankan kondisi tersebut terlalu lama karena masyarakat tetap membutuhkan kehadiran langsung pemimpin sebagai simbol stabilitas negara.
Meningkatnya ancaman keamanan setelah konflik dengan Israel turut memperbesar kekhawatiran masyarakat terhadap situasi nasional. Bagi sebagian warga Iran, kehadiran pemimpin tertinggi di ruang publik selama ini menjadi simbol rasa aman dan kepastian.
Ketidakhadiran Mojtaba Khamenei pada akhirnya tidak hanya memunculkan spekulasi mengenai kondisi pribadinya, tetapi juga memicu kekhawatiran publik terhadap stabilitas politik dan keamanan Iran.
Baca Juga: Menkeu Pastikan Tak Ada Kenaikan Pajak, Fokus Perketat Penagihan dan Perluas Wajib Pajak
Editor : Moch Vikry Romadhoni