Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

3 TNI Gugur di Misi Dunia, Indonesia Desak Investigasi PBB

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 6 April 2026 | 16:33 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu (4/4/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

Radar Pasuruan - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Prabowo juga mengecam keras serangan terhadap pasukan perdamaian yang dinilai sebagai tindakan keji dan merusak upaya menjaga stabilitas dunia.

“Kami, saudara-saudara sebangsa dan setanah air, mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,” kata Prabowo dalam keterangannya, Minggu (5/4).

Ia menegaskan bahwa negara akan selalu hadir untuk menghormati jasa para pahlawan, menjaga kehormatan prajurit, serta memastikan pengorbanan mereka tidak dilupakan. Ia juga mengajak masyarakat untuk melanjutkan semangat menjaga perdamaian dan persatuan.

“Mari kita lanjutkan semangat dan tekad untuk menjaga perdamaian, serta tidak memberi ruang bagi siapa pun yang berusaha memecah belah kebersamaan dan kerukunan bangsa,” tegasnya.

Adapun tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi tersebut adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon.

Baca Juga: PBB Setuju! Indonesia Siapkan 20 Ribu Pasukan TNI ke Gaza, Tinggal Tunggu Restu Prabowo

Sebelumnya, pada Sabtu (4/4), Prabowo menghadiri prosesi penyambutan kenegaraan jenazah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, dan memberikan penghormatan terakhir kepada para prajurit yang diselimuti bendera Merah Putih.

Dalam sepekan terakhir, tercatat tiga kali serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian yang menyebabkan tiga prajurit TNI gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia melalui perwakilan tetap di New York telah meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menggelar rapat darurat.

“Kita mengutuk keras serangan terhadap penjaga perdamaian dan menuntut dilakukan investigasi menyeluruh,” ucap Sugiono.

Ia menjelaskan bahwa pasukan perdamaian memiliki mandat untuk menjaga stabilitas, bukan menjalankan operasi tempur. Oleh karena itu, Indonesia juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan evaluasi terhadap sistem perlindungan pasukan penjaga perdamaian, khususnya dalam misi UNIFIL.

“Kita meminta PBB untuk mengevaluasi keselamatan prajurit penjaga perdamaian, khususnya di UNIFIL,” pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#tni gugur #unifil lebanon #penjaga perdamaian #pbb #Prabowo Subianto