PASURUAN, Radar Bromo-Kotor dan perlu pembanahan. Itulah kondisi Pasar Gadingrejo, Kota Pasuruan saat ini.
Hal ini terungkap saat Wakil Wali (Wawali) Kota Pasuruan Mohamad Nawawi sidak ke ke Pasar Gadingrejo. Sidak dilakukan bersama Plt Asisten I (Pemerintahan dan Kesra), Kokoh Arie Hidayat, kemarin (14/2).
Dalam sidak ini, ditemukan permasalahan klasik yang terjadi di setiap pasar. Yakni kebersihan. Menurut Nawawi, kondisi Pasar Gadingrejo kotor.
Karena itu, dia juga meminta pedagang ikut menjaga kebersihan pasar setempat. Sebab, masih ditemukan sampah di sekitar kios milik pedagang.
Selain itu menurutnya, pasar butuh pembenahan. Sejumlah fasilitas butuh diperbaiki. Tujuannya agar pasar tidak terlihat kumuh.
Namun perbaikan tidak mudah. Sebab kemampuan anggaran pemkot terbatas. Mengingat, saat ini dana transfer ke daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat dikurangi. Sehingga, perbaikan menggunakan dana APBD belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
"Karena keterbatasan ini saya meminta pedagang turut menjaga kebersihan pasar. Kalau pasar bersih, pembeli juga senang," jelas Mas Nawawi-sapaannya.
Plt Asisten I , Kokoh Arie Hidayat menambahkan, prinsipnya pemkot menginventarisir semua permasalahan dalam penataan pasar. Dan ditemukan masalah yang relatif sama di setiap pasar tradisional.
Di antaranya, banyak infrastruktur yang harus dibenahi agar pasar bersih. Seperti ketersediaan saluran drainase yang optimal, saluran pembuangan di setiap los, hingga tempat penampungan sementara (TPS) yang layak.
Sebenarnya kondisi itu perlu segera ditangani. Namun, karena saat ini ada efisiensi anggaran, maka dilakukan pemeliharaan sederhana.
"Karena itu kami tekankan peran serta pedagang di pasar dalam menjaga kebersihan dengan menyediakan tempat sampah sendiri di masing-masing kios," tutur Kokoh. (riz/hn)
Editor : Muhammad Fahmi