Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Sejarah Bangil Jadi Ibu Kota Kabupaten Pasuruan, Sejumlah Kantor Pemkab Pasuruan Sudah Boyongan  

Iwan Andrik • 2024-01-17 02:27:14

 

PUSAT PEMERINTAHAN: Kompleks perkantoran Raci, Bangil yang kini jadi denyut pemerintahan Kabupaten Pasuruan. (Fahreza Nuraga/ Radar Pasuruan)
PUSAT PEMERINTAHAN: Kompleks perkantoran Raci, Bangil yang kini jadi denyut pemerintahan Kabupaten Pasuruan. (Fahreza Nuraga/ Radar Pasuruan)

BANGIL merupakan salah satu nama kecamatan di Kabupaten Pasuruan, yang total ada 24 kecamatan.

Meski begitu, Bangil merupakan wilayah khusus. Bangil saat ini telah menjadi ibu Kota Kabupaten Pasuruan.

Pusat perkantoran di Kabupaten Pasuruan saat ini telah berpindah ke Kecamatan Bangil.

Wacana pemindahan ibu kota Kabupaten Pasuruan ke Bangil, sebenarnya sudah muncul sejak 2009 silam.

Dasarnya, UU nomor 32 tahun 2004 tentang Otonomi Daerah. Undang-Undang tersebut memunculkan suara dari bawah.

Banyak tokoh dan kalangan masyarakat, menginginkan agar Kabupaten Pasuruan memiliki ibu kota sendiri. Bukan di Kota Pasuruan.

Suara itu pun didengar oleh pemerintah daerah. Kajian dilakukan.

Hingga akhirnya, diputuskan. Bangil, menjadi wilayah yang tepat, untuk dijadikan Ibu Kota Kabupaten Pasuruan.

Beberapa hal menjadi pertimbangan. Salah satunya, banyak kantor di lintas pemerintah vertikal yang berada di Bangil.

Ada Kantor Mapolres Pasuruan, Kejaksaan Negeri Bangil ataupun PN Bangil. Ditambah lagi, dengan keberadaan RSUD Bangil hingga kantor DPRD Kabupaten Pasuruan yang sudah berada di Bangil.

Belum lagi, kantor-kantor OPD yang sudah berpindah duluan.

Ya, meski wacana muncul tahun 2009, namun beberapa kantor OPD sudah berpindah duluan.

Pemindahan itu dilakukan, seiring dengan kondisi kantor OPD di Hayam Wuruk, Kota Pasuruan, dinilai tak lagi representatif ditempati.

Seperti Mako Satpol PP Kabupaten Pasuruan yang berada di komplek perkantoran Raci sejak tahun 2000 lalu.

Disusul dengan gedung kantor Dinas Bina Marga dan Bina Kontruksi serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, hingga GOR Sasana Krida Anoraga yang direalisasikan pembangunannya pada 2003 silam.

Beberapa gedung OPD lainnya juga menyusul. Mulai gedung yang kini ditempati Dinas SDA, Cipta Karya dan Tata Ruang yang menjadi satu atap dengan Bappelitbangda.

Kemudian ada Dispendukcapil dan DPMD. Hingga gedung OPD untuk Kominfo serta Dinas Perpustakaan dan Arsip yang sebelumnya ditempati BPBD Kabupaten Pasuruan.

Sederet keberadaan gedung perkantoran inilah, yang membuat banyak kalangan memandang, Bangil menjadi wilayah yang paling pas untuk dijadikan ibu kota.

Di samping beberapa variable lainnya sesuai dengan kajian yang telah dilakukan sebelumnya.

Hingga tahun 2013 silam. Irsyad Yusuf alias Gus Irsyad yang bersanding dengan Riang Kulup Prayuda berhasil memenangi pilkada.

IKON: Alun-alun Bangil jadi pusat kota. (M Zubaidillah/ Radar Pasuruan)
IKON: Alun-alun Bangil jadi pusat kota. (M Zubaidillah/ Radar Pasuruan)

Keduanya menjadi pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang memimpin Kabupaten Pasuruan selama lima tahun kemudian.

Pada awal masa pemerintahan, Gus Irsyad telah memasang komitmen untuk mewujudkan impian masyarakat agar Bangil menjadi Ibu Kota Kabupaten Pasuruan.

Untuk mewujudkannya, gedung tambahan dibangun.

Salah satunya, Gedung Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) yang direalisasikan tahun 2014.

Dana sekitar Rp 5 miliar dialokasikan untuk mewujudkan gedung berlantai dua tersebut.

Tak hanya berhenti di situ. Pemkab Pasuruan juga mendirikan tiga gedung tambahan di area yang memiliki luasan lahan 8 hektare tersebut pada 2016.

Tiga gedung baru itu dialokasikan hingga Rp 60 miliar.

Selain untuk gedung kantor Dispendikbud Kabupaten Pasuruan, juga ada gedung Kapiten yang dimanfaatkan tiga OPD. Yakni Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Dinas Peternakan.

Sementara, satu gedung lainnya, yakni Gedung Satrya Emas. Gedung tersebut ditempati oleh DLH, Dinas Koperasi dan UKM serta Disperindag Kabupaten Pasuruan.

Pembangunan gedung tidak hanya dilakukan di komplek Raci, Kecamatan Bangil. Karena, Pemkab Pasuruan juga membangun gedung lain, yakni Kantor Dinas Kesehatan pada 2016 yang direalisasikan di samping RSUD Bangil.

Sejalan dengan itu semua, mimpi agar Bangil menjadi Ibu Kota Kabupaten Pasuruan akhirnya terwujud pada Juli 2016 lalu.

Peraturan Pemerintah nomor 27 tahun 2016 tentang pemindahan Ibu Kota Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur akhirnya keluar.

PP itulah yang menjadi dasar sekaligus pelecut Pemkab Pasuruan untuk membangun infrastruktur besar-besaran.

Karena sesuai intruksi Kemendagri, pemindahan kantor OPD harus segera direalisasikan.

Intruksi itupun, ditanggapi Bupati Pasuruan dengan berusaha untuk menyelesaikan pemindahan perkantoran.

TERUS DIKEMBANGKAN: Eks RSUD Bangil yang kini jadi pusat perkantoran baru di Bangil. (Fahreza Nuraga/ Radar Pasuruan)
TERUS DIKEMBANGKAN: Eks RSUD Bangil yang kini jadi pusat perkantoran baru di Bangil. (Fahreza Nuraga/ Radar Pasuruan)

Hanya saja, Covid-19 yang melanda, sempat menghambat rencana itu semua.

Program pemindahan kantor-kantor OPD, dilanjutkan tahun 2021 lalu.

Beberapa pembangunan kembali direalisasikan. Selain pembangunan command centre dan mall pelayanan publik, Pemkab Pasuruan juga membangun gedung baru untuk tiga OPD di kawasan Komplek Perkantoran Raci.

Tiga OPD yang menempati gedung bernama Lettu Imam tersebut.

Yakni Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Pariwisata dan Badan Kesbangpol Kabupaten Pasuruan.

Tahun 2022, pembangunan besar-besaran kembali dilakukan.

Salah satunya, pembangunan gedung putih yang menjadi Kantor Bupati dan dan Wakil Bupati serta Sekretariat Pemkab Pasuruan. Gedung empat lantai tersebut menghabiskan dana hingga Rp 48 miliar.

Selain gedung putih, Pemkab Pasuruan juga membangun gedung BerAkhlak untuk kantor tiga OPD.

Yakni Kantor Administrasi Pembangunan, BKPSDM serta Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD). 

Di luar itu, ada pula gedung KPU Kabupaten Pasuruan yang juga dibangun.

Pembangunan gedung yang disebut-sebut menjadi salah satu kantor KPU termegah di daerah untuk wilayah Jawa Timur tersebut, menghabiskan dana hingga Rp 4,5 miliar.

Pemkab juga membenahi eks RSUD Bangil dengan mempermak kawasan setempat.

Beberapa gedung dibangun pada tahun yang sama, 2022. Ada Perpustakaan Daerah, PMI, gedung laboratorium milik Dinkes  hingga Kantor Disnaker.

Saat ini, Pemkab Pasuruan bakal menyelesaikan OPD yang tersisa di Kota Pasuruan. Agar segera berpindah ke Bangil. Gedung baru senilai Rp 19 miliar itu, sedang proses pembangunan.

Nantinya, gedung berlantai tiga tersebut, akan dimanfaatkan untuk Kantor Dinsos dan juga Inspektorat. (one/mie)

 

 

 

Editor : Muhammad Fahmi
#pemkab pasuruan #bangil #kabupaten pasuruan