Kemenperin Dorong Transformasi Teknologi IKM Lewat Program Startup4Industry

Radar Pasuruan - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong pengusaha industri kecil menengah (IKM) untuk memanfaatkan teknologi tepat guna melalui Program Rebranding Startup4Industry (S4I). Inisiatif ini bertujuan mengatasi tantangan adopsi teknologi yang kerap dihadapi pelaku IKM.
"IKM memiliki peran strategis dalam memacu perekonomian Indonesia, tetapi masih banyak yang kesulitan mengadopsi teknologi. Program ini menjembatani kebutuhan IKM dengan solusi teknologi yang inovatif," ujar Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita, Senin (30/12).
Program ini dirancang untuk mempercepat transformasi teknologi sektor industri, meningkatkan daya saing, dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, yang diproyeksikan mencapai 90 miliar dolar AS pada akhir 2024.
Capaian Positif Sejak 2018
Sejak peluncurannya pada 2018, program Startup4Industry telah berhasil:
Menghubungkan 1.319 startup/IKM dengan 1.927 pelaku industri.
Menarik 80 investor, baik domestik maupun internasional.
"Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci sukses program ini," ungkap Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari. Menurutnya, sinergi antara startup, IKM, pemerintah, akademisi, dan investor akan memperkuat ekosistem solusi teknologi. Dilansir dari Antara.
Program Lain yang Mendukung IKM
Selain Startup4Industry, Kemenperin juga menjalankan Program Satu Desa Satu Produk (One Village One Product/OVOP). Program ini bertujuan menciptakan IKM unggul melalui:
Pendampingan.
Kemudahan akses pasar.
Pemenuhan regulasi dan standar ekspor.
Program-program ini diharapkan dapat memperluas pasar ekspor dan meningkatkan daya saing IKM nasional.


