Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Lukisan SBY Laku Rp6,5 Miliar, Diborong Konglomerat Tambang

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 20 Februari 2026 | 16:46 WIB

 

Mengintip lukisan ‘kuda api’ karya tokoh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang laku Rp6,5 miliar di lelang.
Mengintip lukisan ‘kuda api’ karya tokoh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang laku Rp6,5 miliar di lelang.

Radar Pasuruan - Jagat media sosial tengah ramai membahas lukisan karya Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang terjual seharga Rp6,5 miliar dalam acara lelang peringatan Imlek pada Rabu, 18 Februari 2026.

Karya tersebut dibeli oleh pengusaha tambang sekaligus pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong.

Berdasarkan data Forbes 2026, pria yang akrab disapa Dato Low itu menempati posisi orang terkaya kedua di Indonesia dengan total kekayaan 20,3 miliar USD, di bawah Prajogo Pangestu yang memiliki kekayaan 29,9 miliar USD.

Lukisan yang dibeli bertajuk “Kuat dan Energik Laksana Kuda Api”, terinspirasi dari tahun Kuda Api dalam kalender Tiongkok 2577 Kongzili.

Karya tersebut menampilkan kuda berwarna biru dengan poni dan jambul menyerupai api di atas kanvas berukuran 130 cm x 80 cm.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Ossy Dermawan, menyebut lukisan itu memiliki nilai istimewa karena SBY jarang melepas hasil karyanya ke publik.

"Banyak sahabat-sahabat beliau datang ke Cikeas. Ratusan lukisan telah beliau hasilkan," kata Ossy.

"Para sahabat itu yang meminta bahkan menawar dengan harga tinggi, tapi Bapak SBY sangat jarang untuk melepaskan lukisan tersebut," tambahnya.

Proses lelang dimulai dari harga Rp200 juta, kemudian meningkat bertahap menjadi Rp300 juta, Rp500 juta, Rp700 juta, Rp1 miliar, Rp4,8 miliar, Rp5 miliar, Rp5,5 miliar, Rp6 miliar, hingga akhirnya ditutup pada angka Rp6,5 miliar oleh Dato Low.

Ossy menegaskan bahwa dana hasil lelang akan dialokasikan untuk kegiatan kemanusiaan, khususnya bagi masyarakat pra-sejahtera, terutama komunitas Tionghoa.

"Sekali lagi dana ini akan digunakan untuk bantuan kemanusiaan, bagi masyarakat pra-sejahtera yang utamanya kaum Tionghoa," tegas Ossy.

Dalam sambutannya, SBY menjelaskan makna simbolik “kuda api” dalam lukisan tersebut sebagai perlambang tekad, energi, dan kekuatan untuk meraih tujuan. Ia sengaja menghadirkan sosok kuda api dalam suasana yang teduh dan damai.

"Oleh karena itu, in this painting, saya meletakkan kuda api, dalam lingkungan, dalam suasana yang teduh, yang peaceful. Maka biru disini melambangkan peace," kata SBY.

Ia juga menyebut dominasi warna biru identik dengan perdamaian, seperti warna yang digunakan oleh PBB. Menurutnya, kuda api merepresentasikan energi dan kekuatan yang tetap berjalan dalam ketenangan.

"Jadi my imagination is, ada sebuah kuda api melambangkan tekad, kekuatan, energi, mencapai tujuan yang baik, tetapi dalam suasana kehidupan yang teduh," tandasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#sby #bantuan kemanusiaan #Lelang Lukisan #Imlek 2026 #Low Tuck Kwong