Radar Pasuruan - Menjelang bulan Ramadan, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan dengan penyesuaian mekanisme distribusi.
Di tengah kebijakan tersebut, beredar video viral di media sosial yang menampilkan seorang siswi kelas 2 SD mengusulkan agar bantuan MBG selama Ramadan diganti dengan uang tunai.
Dalam video yang diunggah akun TikTok Ibrahim Khafid, siswi yang belum diketahui asal sekolahnya itu meminta bantuan sebesar Rp15 ribu agar dapat digunakan untuk membeli takjil dan menabung untuk kebutuhan Lebaran.
“Untuk pemerintah yang terkait, kami mohon MBG pas puasa diganti dengan uang Rp15 ribu, untuk kami membeli takjil dan uang sisanya akan kami sisihkan untuk menabung,” ucap siswa perempuan tersebut, dikutip pada Senin, 16 Februari 2026.
“Kan enak jadinya kalau punya baju baru dari pemerintah pas lebaran, kan keren. Terima kasih semuanya,” tambahnya.
Video tersebut telah ditonton lebih dari 766 ribu kali dan memunculkan beragam tanggapan dari warganet. Sebagian menilai usulan itu tidak memungkinkan karena program MBG sudah memiliki perhitungan anggaran operasional yang jelas.
Di sejumlah sekolah, distribusi makanan MBG bahkan dilakukan sekaligus untuk beberapa hari, menyesuaikan dengan jadwal libur nasional dan awal Ramadan pada 18–21 Februari 2026.
BGN menegaskan bahwa pelaksanaan MBG saat Ramadan tetap berjalan berdasarkan hasil diskusi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada 26 Januari 2026.
Bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, program MBG tetap diberikan seperti biasa karena mereka tidak memiliki kewajiban berpuasa.
Sementara itu, untuk peserta didik di wilayah yang mayoritas menjalankan ibadah puasa, makanan MBG akan dibagikan saat jam sekolah untuk dibawa pulang dan dikonsumsi ketika berbuka.
Adapun di daerah dengan mayoritas penerima manfaat yang tidak berpuasa, program MBG tetap berjalan normal tanpa perubahan.
Penyesuaian distribusi juga dilakukan di lingkungan pesantren, di mana waktu pembagian makanan diatur mendekati waktu berbuka.
Ketua BGN, Dadan Hindayana, sebelumnya menjelaskan bahwa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di pesantren akan menyesuaikan jadwal distribusi agar program tetap berjalan optimal selama Ramadan.
Editor : Moch Vikry Romadhoni