Radar Pasuruan - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini. Ia meyakini perekonomian nasional akan menunjukkan kinerja yang sangat baik meskipun masih ada pihak yang meragukan kemampuan bangsa Indonesia.
Prabowo menilai pandangan pesimistis justru menjadi dorongan bagi pemerintah untuk bekerja lebih keras dalam melayani masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak bekerja untuk mencari pengakuan pihak lain, melainkan demi kepentingan rakyat Indonesia.
“Kalau saya percaya, bahwa ekonomi kita akan sangat baik tahun ini. Kita selalu menghadapi mereka-mereka yang selalu memandang rendah bangsa kita,” kata Prabowo dalam Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2).
Ia menegaskan bahwa kritik atau pandangan negatif tidak akan menghambat langkah pemerintah. Sebaliknya, hal itu menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja pembangunan.
“Itu tidak menjadi apa-apa. Itu adalah cambuk untuk kita bekerja lebih baik lagi. Kita bekerja untuk rakyat kita, kita bukan bekerja untuk menyenangkan orang lain. Kita bekerja untuk rakyat kita, itu yang saya tekankan,” jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai capaian ekonomi Indonesia menunjukkan hasil yang solid, bahkan melampaui ekspektasi sejumlah lembaga internasional.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 mencapai 5,39 persen, sementara pertumbuhan sepanjang 2025 berada di angka 5,11 persen. Angka tersebut disebut sebagai salah satu yang tertinggi di antara negara-negara G20.
“Saya yakin ke depan akan membaik terus. 5,39 persen (Kuartal IV-2025) itu tertinggi. Tahunannya jadi kita 5,11 persen (sepanjang tahun 2025), itu paling tinggi di G20, lebih tinggi dari China,” ujar Purbaya dalam acara Economic Outlook 2026 di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (12/2).
Ia juga menyinggung prediksi awal sejumlah pihak yang memperkirakan ekonomi Indonesia akan melambat, termasuk outlook negatif yang sempat dikeluarkan oleh Moody’s sebelum data pertumbuhan dirilis.
“Lucunya waktu kita belum mengeluarkan angka ini orang kan berpikir ekonomi kita tumbuhnya akan lambat sekali. Makanya Moody’s mengeluarkan outlook kita negatif, karena ada prospek pertumbuhan yang lebih lambat. Tahunya lebih tinggi,” sindirnya.
Setelah data resmi diumumkan, beberapa lembaga internasional merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dana Moneter Internasional (IMF) menaikkan prediksi pertumbuhan Indonesia dari 4,9 persen menjadi 5,2 persen. JP Morgan juga melakukan revisi serupa.
“Habis itu langsung IMF menaikkan prediksi kita dari 4,9 ke 5,2 untuk tahun ini. JP Morgan juga sama dari 4,9 ke 5,2. Jadi ada yang offside kelihatannya. Biar aja. Kita akan buat dia offside betulan,” tegas Purbaya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni