Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Khofifah: Satu Abad NU Konsisten Bangun Peradaban Bangsa

Moch Vikry Romadhoni • Minggu, 8 Februari 2026 | 15:51 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa nahdliyin yang hadir dalam acara Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa nahdliyin yang hadir dalam acara Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

Radar Pasuruan - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai Nahdlatul Ulama selama satu abad telah menunjukkan kontribusi berkelanjutan dalam pembangunan peradaban bangsa Indonesia.

Khofifah menyampaikan hal tersebut usai mengikuti Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu. Ia menilai organisasi yang berdiri sejak 1926 itu memiliki peran penting dalam pembangunan nasional, khususnya melalui pendidikan pesantren.

"Banyak pesantren sebagai tempat bertumbuh, mengembangkan peradaban, membekali pribadi-pribadi dengan ilmu pengetahuan dan ilmu agama," kata Khofifah.

Ia menuturkan pesantren-pesantren di bawah naungan Nahdlatul Ulama tidak hanya menekankan aspek keilmuan dan keagamaan, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter generasi bangsa yang kuat dan menjunjung tinggi toleransi.

Karena itu, NU dinilai telah berkembang menjadi rumah besar umat yang berperan dalam pemberdayaan serta perlindungan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Khofifah menilai semangat Islam moderat yang terus dijaga NU menjadi perekat kuat dalam keberagaman Indonesia.

"Nahdlatul Ulama terbuka dengan banyak hal, teguh menjaga tradisi dan mengedepankan rahmatan lil alamin," ucap dia.

Ia juga menyampaikan bahwa pelaksanaan Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama yang mengacu pada kalender masehi menandai fase penting NU dalam menjaga dan melanjutkan warisan perjuangan para pendirinya.

"Nahdlatul Ulama menjadi wadah kekuatan besar dan strategis bagi bangsa Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin menyampaikan bahwa suksesnya agenda 1 Abad Nahdlatul Ulama tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari Muhammadiyah, lembaga pendidikan, hingga masyarakat lintas agama.

Gus Kikin mencontohkan pengurus Muhammadiyah di Kota Malang yang menyiapkan sekitar 10 ribu porsi makanan bagi peserta Mujahadah Kubro.

Selain itu, sejumlah sekolah di sekitar Stadion Gajayana turut menyediakan ruang untuk kebutuhan transit para peserta.

"Para pengurus gereja juga membuka pintu dan menyediakan fasilitasnya bagi warga NU. Bahkan dengan penuh arif dan toleran menggeser waktu kebaktian dari jadwal seharusnya," ujar dia.

Gus Kikin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara tersebut, sekaligus mencerminkan semangat gotong royong dan toleransi.

"Saya mewakili warga NU di Jawa Timur menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Malang dan mohon maaf atas adanya gangguan yang menimbulkan ketidaknyamanan dalam beberapa hari ini," tutur Gus Kikin.

Editor : Moch Vikry Romadhoni