Radar Pasuruan - Materi komedi yang dibawakan Pandji Pragiwaksono dalam acara Mens Rea pada Desember 2025 lalu menuai polemik setelah tayang di platform streaming Netflix. Sejumlah pihak merasa tersentil hingga bereaksi keras terhadap materi yang dianggap menyinggung.
Kontroversi tersebut berujung pada laporan polisi yang dilayangkan oleh beberapa pihak terhadap Pandji. Saat ini, proses hukum terkait kasus Mens Rea masih dalam penanganan penyidik.
Menanggapi hal itu, Pandji menegaskan bahwa materi yang ia sampaikan tidak dilandasi niat jahat untuk menghina atau mendiskreditkan individu maupun lembaga tertentu. Ia menyebut, materi tersebut justru lahir dari kegelisahan yang dirasakan masyarakat.
"Dan bukan cuma saya, semua pelawak, semua komika ketika membuat sebuah pertunjukan itu tidak didesain untuk dirinya sendiri, tapi masyarakat. Sehingga apa yang ada di atas panggung adalah gambaran dari potret masyarakat yang nonton," kata Pandji.
Meski menghadapi sejumlah laporan hukum, Pandji memastikan dirinya tidak akan menghindar dari proses yang berjalan. Ia menyatakan siap menghadapi setiap tahapan hukum dan membuka diri untuk berdialog.
"Yang pasti saya akan jalani prosesnya. Saya tidak akan menghindar ajakan untuk berdialog. Saya tidak akan menghindari panggilan. Ketika saya dibutuhkan untuk hadir, tentu saya akan hadir," tuturnya.
Pandji juga menegaskan bahwa laporan tersebut tidak akan menghentikannya untuk terus berkarya di dunia stand up komedi. Ia tetap akan tampil di atas panggung dan membawakan materi yang menyoroti isu politik serta sosial, tema yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Di sisi lain, Pandji mengakui bahwa dirinya akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap karya-karyanya. Ia menyebut hal tersebut sebagai bagian dari proses pendewasaan dalam berkarya dan menyampaikan gagasan kepada publik.
Editor : Moch Vikry Romadhoni