Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Ahok Ungkap Pertamina Cetak Laba Terbesar Sepanjang Sejarah Lewat MyPertamina

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 28 Januari 2026 | 17:36 WIB

 

Eks Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dihadirkan sebagai saksi dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat (27/1).
Eks Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), dihadirkan sebagai saksi dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat (27/1).

Radar Pasuruan - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan PT Pertamina (Persero) berhasil mencatatkan keuntungan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan saat dirinya menjabat sebagai Komisaris Utama periode 2019–2024. Lonjakan laba tersebut dipicu oleh terobosan digital melalui aplikasi MyPertamina.

Keuntungan terbesar Pertamina tercatat pada tahun 2023 dengan nilai mencapai USD 4,7 miliar. Capaian itu disebut terus meningkat dari tahun ke tahun selama masa kepemimpinan Ahok.

“Di masa kami, Pertamina mencapai keuntungan terbesar sepanjang sejarahnya. Setiap tahun naik, puncaknya pada 2023 sebesar USD 4,7 miliar. Itu bisa kami laporkan sebagai keuntungan setahun,” kata Ahok saat memberikan kesaksian dalam sidang dugaan korupsi tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/1).

Ahok menegaskan, Dewan Komisaris menjalankan fungsi pengawasan secara ketat. Proses pengawasan dilakukan melalui komite audit serta pemantauan berbasis sistem digital yang terintegrasi.

Menurutnya, penerapan sistem digital tersebut berperan besar dalam mendorong kinerja keuangan terbaik Pertamina sejak perusahaan pelat merah itu berdiri.

Dalam persidangan, Ahok juga menyinggung sebutan “anak muda” yang dilekatkan pada sejumlah terdakwa, yakni Riva Siahaan, Maya Kusmaya, dan Edward Corne. Ia menilai mereka memiliki kemampuan membangun ekosistem digital Pertamina melalui MyPertamina.

Ahok menyebut para terdakwa memahami arah transformasi digital perusahaan. Namun, ia mengaku kecewa karena gagasannya untuk mengubah skema subsidi energi menjadi subsidi langsung berbasis voucher digital MyPertamina tidak disetujui pemerintah.

“Kalau subsidi tidak dalam bentuk barang, tapi voucher digital, dan anak-anak muda ini sudah membuat kartu MyPertamina, itu bisa menjadi keuntungan luar biasa. Tapi kesultanan entah tidak mengizinkan kami melakukan terobosan itu,” ujar Ahok.

Dalam perkara ini, Ahok dihadirkan sebagai saksi untuk sembilan terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina. Para terdakwa berasal dari jajaran direksi, pejabat internal Pertamina, hingga pihak swasta.

Jaksa menjerat para terdakwa atas dugaan merugikan keuangan negara hingga Rp 285,1 triliun.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#ahok #pertamina