Radar Pasuruan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar menyampaikan perkembangan sementara terkait pencarian seorang pendaki yang diduga hilang di kawasan Bukit Mongkrang, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Pendaki yang dilaporkan belum ditemukan tersebut berinisial YAF (26). Ia diketahui melakukan pendakian di Bukit Mongkrang pada Senin, 19 Januari 2026.
Ketua Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menjelaskan proses pencarian hari pertama yang dilakukan bersama tim SAR gabungan. Pernyataan tersebut disampaikan langsung di lokasi kejadian, Tawangmangu, Karanganyar, Senin (19/1/2026).
"Kami BPBD kemudian bersama Kapolsek Tawangmangu, kemudian perwakilan dari Danramil Koramil Tawangmangu, TNI, dan teman-teman relawan, hari ini melakukan pencarian korban pendaki," kata Hendro.
Ia menuturkan, operasi pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Sebanyak hampir 150 personel dikerahkan untuk menyisir jalur pendakian dan area sekitar Bukit Mongkrang.
"Kita awalnya pukul 07.00 WIB dilakukan pembukaan, kemudian sampai hari ini kita kerahkan hampir 150 orang untuk dilakukan pencarian," ungkapnya.
Namun hingga sore hari, upaya pencarian belum membuahkan hasil. Hingga pukul 15.30 WIB, keberadaan pendaki yang dilaporkan hilang tersebut belum berhasil ditemukan.
"Kemudian sampai pukul 15.30 WIB, belum membuahkan hasil," terangnya.
Hendro mengungkapkan, cuaca menjadi kendala utama dalam operasi pencarian. Hujan dan kabut tebal menyebabkan jarak pandang tim SAR menjadi sangat terbatas.
"Karena situasi dan kondisi cuaca yang ada di Mongkrang saat ini hujan dan kabut," terang Hendro.
"Jadi kendalanya itu cuaca hari ini, kemudian hujan, jarak pandang untuk pencarian memang terbatas," sambungnya.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, tim SAR memutuskan menghentikan sementara pencarian pada hari pertama. Operasi akan kembali dilanjutkan pada Selasa, 20 Januari 2026, dengan evaluasi dan penyisiran ulang jalur pendakian.
"Hari ini (Senin, 19 Januari 2026) kita tutup dulu, kemudian nanti kita evaluasi, besok pagi kita akan buka kembali," tutur Hendro.
Ia pun meminta dukungan doa dari masyarakat agar proses pencarian berjalan lancar dan korban segera ditemukan.
"Mohon doa dan dukungan agar proses pencarian selanjutnya berjalan lancar dan korban segera ditemukan," tandasnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni