Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Rumah Dijarah Massa, Ahmad Sahroni Klaim Rugi Rp 80 Miliar

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 14 Januari 2026 | 18:01 WIB

 

Ahmad Sahroni.
Ahmad Sahroni.

Radar Pasuruan - Anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni mengungkapkan kerugian besar akibat penjarahan rumah yang dialaminya pada Sabtu, 30 Agustus 2025. Ia memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp 80 miliar setelah hampir seluruh isi rumahnya dibawa kabur oleh sekelompok orang tak dikenal.

Sahroni menyebut kondisi rumahnya rusak parah akibat aksi tersebut. Kerusakan terjadi hampir di seluruh bagian bangunan, mulai dari lantai bawah hingga lantai atas.

Keterangan itu disampaikan Sahroni saat memberikan kesaksian sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (13/1).

“Yang saya laporkan sebesar Rp 80 miliar, Yang Mulia,” ujar Sahroni di hadapan majelis hakim.

Ia kemudian memaparkan sejumlah barang berharga yang hilang, mulai dari koleksi patung Iron Man, pakaian, lampu, hingga berbagai perabot rumah tangga.

Tak hanya itu, politikus Partai NasDem tersebut juga mengungkapkan bahwa lima unit kendaraan miliknya mengalami kerusakan berat akibat amukan massa.

“Mobil ada lima, Yang Mulia. Semuanya hancur,” katanya.

Selain kerugian materi, Sahroni juga kehilangan sejumlah dokumen penting. Dokumen tersebut meliputi ijazah dari tingkat sekolah dasar hingga doktoral, sertifikat-sertifikat, serta kartu keluarga.

“Ijazah dari SD sampai doktor hilang, Yang Mulia. Sertifikat juga semuanya hilang,” ungkapnya.

Sahroni menggambarkan massa yang mendatangi rumahnya bertindak sangat brutal dan tak terkendali. Ia menyebut situasi saat itu terasa mencekam karena perilaku massa yang beringas.

“Mereka beringas, Yang Mulia. Seperti orang kehausan dan kelaparan,” tuturnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Saat kejadian, Sahroni mengaku berada di ruang makan bersama beberapa orang ketika sekelompok massa melintas di depan rumahnya sambil berteriak-teriak dan mengendarai sepeda motor.

Awalnya, rombongan tersebut hanya melintas tanpa melakukan tindakan. Namun, sekitar 10 menit kemudian, massa kembali dengan jumlah yang jauh lebih besar dan langsung melakukan penyerangan.

“Mereka langsung menyerang. Saya melihatnya sendiri,” kata Sahroni.

Ia menjelaskan, massa terlebih dahulu melempari rumah dengan batu hingga kaca pecah, lalu berupaya masuk secara paksa. Merasa keselamatannya terancam, Sahroni memilih menyelamatkan diri dengan berlari ke lantai atas rumah.

“Intinya, mereka berusaha masuk ke rumah dengan cara-cara yang tidak wajar,” pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#ahmad sahroni #kerugian #penjarahan rumah #rumah #dpr ri