Radar Pasuruan - Suasana haru dan rasa syukur menyelimuti warga Desa Pulau Tiga, Aceh Tamiang.
Setelah berhari-hari terjebak dalam keterbatasan dan kegelapan akibat banjir bandang, secercah harapan akhirnya hadir saat rombongan relawan berhasil menjangkau wilayah tersebut untuk pertama kalinya.
Momen emosional itu terekam dalam unggahan akun TikTok @afdhalkm pada Selasa, 23 Desember 2025.
Dalam rekaman video, terlihat warga menyambut relawan dengan mata berkaca-kaca, seakan menemukan sandaran setelah lama merasa terisolasi dan terabaikan.
Desa Pulau Tiga diketahui menjadi salah satu wilayah yang sulit dijangkau selama bencana berlangsung.
Sejak banjir melanda hingga kondisi mulai berangsur surut, warga mengaku hanya bisa bertahan dengan keterbatasan tanpa adanya bantuan atau kunjungan dari pihak luar.
"Terima kasih sudah kemari nengok kami, melihat keadaan kami di sini," ujar seorang perempuan dalam video tersebut.
Ucapan sederhana itu mencerminkan betapa besar arti kehadiran relawan bagi warga setempat.
Bagi mereka, kedatangan relawan bukan hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga menghadirkan rasa diperhatikan dan tidak ditinggalkan.
Derita warga Pulau Tiga semakin berat karena harus menjalani hari-hari sulit tanpa penerangan.
Selain akses jalan yang terputus, aliran listrik di desa tersebut sudah padam bahkan sebelum banjir bandang terjadi.
"Karena belum ada relawan yang datang ke kampung kami, sama sekali," tambah wanita tersebut.
Kondisi desa yang gelap dan sunyi membuat warga merasa benar-benar terputus dari dunia luar.
"Dari sebelum banjir memang sudah mati lampu," tuturnya.
Kedatangan relawan di Desa Pulau Tiga pun menjadi titik balik bagi warga.
Meski pemulihan masih panjang dan infrastruktur belum sepenuhnya pulih, kepedulian sesama menjadi sumber kekuatan baru bagi warga untuk bangkit dari bencana.
Editor : Moch Vikry Romadhoni