Radar Pasuruan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memasang Early Warning System (EWS) tanah longsor di Dusun Brigaan, Desa Plaosan, Kecamatan Krucil. Pemasangan ini dilakukan sebagai langkah peringatan dini untuk mengantisipasi potensi bencana longsor.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menjelaskan bahwa penentuan lokasi pemasangan EWS didasarkan pada temuan adanya potensi gerakan tanah yang berisiko memicu longsor. Informasi tersebut kemudian dilaporkan kepada BPBD Provinsi Jawa Timur.
“Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan kajian dan penelitian lapangan,” katanya.
Kajian tersebut dilakukan oleh BPBD Provinsi Jawa Timur bersama tim ahli dari Surabaya selama tiga hari di lokasi. Dari hasil penelitian lapangan, salah satu rekomendasi utama adalah pemasangan EWS sebagai alat deteksi dini tanah longsor.
Menurut Oemar, upaya mitigasi longsor di Kabupaten Probolinggo masih tergolong terbatas, sementara Desa Plaosan memiliki banyak titik rawan longsor, terutama di wilayah perbukitan dan pegunungan.
Dusun Brigaan sendiri memiliki karakteristik geografis berupa lereng dan perbukitan dengan tingkat kerawanan longsor yang cukup tinggi, khususnya saat musim hujan. Berdasarkan survei lapangan dan kajian teknis, wilayah ini ditetapkan sebagai lokasi prioritas pemasangan EWS tanah longsor.
Pemasangan EWS bertujuan memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika terjadi potensi longsor, meningkatkan kesiapsiagaan warga, mengurangi risiko korban jiwa serta kerugian harta benda, sekaligus mendukung sistem penanggulangan bencana yang terpadu dan berkelanjutan.
“Dari hasil penelitian lapangan itu, direkomendasikan pemasangan EWS untuk peringatan dini kepada masyarakat,” jelasnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni