Radar Pasuruan - Wilayah dataran tinggi Prigen, Kabupaten Pasuruan, masih kerap menjadi sasaran peredaran narkoba. Untuk menekan aktivitas tersebut, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pasuruan menggelar operasi bersih narkoba (bersinar) pada Selasa (16/12) malam.
Operasi tersebut menyasar sejumlah wisma di kawasan Tretes, tepatnya di Lingkungan Watuadem, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen. Penghuni dan penjaga wisma menjadi fokus pemeriksaan dalam kegiatan yang dimulai sekitar pukul 21.15 WIB.
Kegiatan ini melibatkan personel BNNK Pasuruan dengan dukungan Satpol PP Kabupaten Pasuruan, Subdenpom, Propam, serta Satresnarkoba Polres Pasuruan. Setibanya di lokasi, petugas menyebar dan mendatangi tiga wisma yang masih beroperasi malam itu.
Di dalam wisma, petugas melakukan tes urine terhadap penghuni dan penjaga, sekaligus memeriksa kamar-kamar. Dari tiga wisma tersebut, sebanyak 25 orang menjalani tes urine, terdiri dari 19 perempuan penghuni wisma dan enam laki-laki yang merupakan penjaga.
Hasil pemeriksaan menunjukkan satu orang penjaga wisma dinyatakan positif narkoba.
"Puluhan orang yang kami tes urine narkoba adalah penghuni dan penjaga wisma. Ada satu orang hasil tes urinenya positif narkoba, pemakai ganja. Laki-laki, penjaga wisma sekaligus warga Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen," kata Kepala BNNK Pasuruan, Masduki.
Penjaga wisma tersebut diketahui berinisial AS dan langsung dibawa ke kantor BNNK Pasuruan untuk proses lanjutan berupa pembinaan dan asesmen.
"Kami amankan terlebih dulu, kemudian diasesmen. Setelah itu dilanjut dengan rehabilitasi. Bisa rawat jalan atau rawat inap, tergantung tingkat parahnya. Kategori ringan, sedang atau berat," tuturnya.
Masduki menambahkan, operasi bersinar dilakukan sebagai upaya menekan peredaran narkotika di wilayah Pasuruan, terutama di kawasan wisma Kecamatan Prigen yang dinilai rawan berdasarkan laporan masyarakat.
Sementara itu, dari hasil pengecekan kamar di ketiga wisma tersebut, petugas tidak menemukan barang bukti narkoba. Saat operasi berlangsung, wisma-wisma di Watuadem yang semula buka langsung menutup operasionalnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni