Radar Pasuruan - Anggota DPR RI Atalia Praratya menyampaikan pesan reflektif melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, ia mengungkapkan kemantapan hati dan kesiapan untuk kehilangan Ridwan Kamil, sosok yang telah mendampinginya selama 29 tahun dalam suka dan duka.
Atalia bukan pertama kali menghadapi cobaan berat dalam hidup. Pada 2022, ia harus menerima kenyataan pahit kehilangan putra tercintanya, Emmeril Kahn Mumtadz, yang meninggal dunia akibat tenggelam di Sungai Aare, Bern, Swiss.
Ujian berat kembali menghampiri ketika Atalia harus merelakan kepergian kakak kandungnya, Adhya Pradjana bin Syarif Puradimadja, yang meninggal dunia belum lama ini. Rentetan peristiwa tersebut membentuk kekuatan mental dan keteguhan batin dalam diri Atalia.
Berbagai cobaan itu membuat Atalia merasa tak lagi gentar menghadapi kehilangan, termasuk jika harus berpisah dengan suaminya.
"Saya pernah kehilangan anak laki-laki saya, dan kini saya kehilangan kakak laki-laki tertua saya. Maka, saya tidak boleh takut lagi dengan kata KEHILANGAN," ungkap Atalia Praratya.
Perempuan yang akrab disapa Bu Cinta ini memaknai hidup sebagai perjalanan yang tak terpisahkan dari perpisahan. Menurutnya, kehilangan adalah bagian alami dari kehidupan manusia.
"Karena sejatinya, dalam hidup, hari ini kita yang mengantar, suatu saat, kita yang akan diantarkan," imbuhnya.
Kabar wafatnya sang kakak diungkap langsung oleh Atalia melalui media sosial. Ia menyampaikan perpisahan yang sarat doa, berharap seluruh amal dan ibadah almarhum diterima serta segala khilafnya diampuni.
"Terima kasih banyak untuk semua yang telah mengurus, mengantar, melayat dan mendoakan. Semoga menjadi salah satu penyebab turunnya rahmat Allah bagi kita semua," harapnya.
Atalia juga menyampaikan dukungan dan kasih sayang kepada keluarga yang ditinggalkan.
"Peluk hangat untuk istri dan anak-anak A Adi: Teh Yeye, A Kunta, Alila dan Cakra. Ateu Lia akan selalu ada untuk kalian," imbuh Atalia Praratya.
Baca Juga: Virgoun Angkat Bicara Usai Diseret dalam Dugaan Perselingkuhan Inara Rusli
Editor : Moch Vikry Romadhoni