Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Turkiye Janji Kirim 48 Jet Tempur ke Indonesia, Tapi Ini Kata Kemhan

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 13 Juni 2025 | 03:41 WIB

Mock Up pesawat tempur generasi kelima, KAAN, yang ditampilkan dalam Indo Defence 2024 pada 11-14 Juni 2025.
Mock Up pesawat tempur generasi kelima, KAAN, yang ditampilkan dalam Indo Defence 2024 pada 11-14 Juni 2025.
 Radar Pasuruan - Penandatanganan nota kesepahaman antara Indonesia dan Turkiye mengenai rencana pembelian pesawat tempur KAAN menjadi sorotan banyak kalangan.

Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdoğan, mengungkapkan bahwa negaranya akan mengekspor pesawat tempur generasi kelima itu ke Indonesia, dengan jumlah mencapai 48 unit. Pernyataan tersebut langsung menyita perhatian publik secara luas.

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Setjen Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen Frega Ferdinand Wenas, menyampaikan bahwa hingga kini belum ada keputusan pasti terkait pengadaan jet tempur KAAN.

Penandatanganan yang berlangsung pada Rabu (11/6) masih berupa Memorandum of Understanding (MoU), belum mengikat secara kontrak.

“Kami berharap MoU ini nantinya bisa ditindaklanjuti dan membawa manfaat bagi Indonesia, khususnya dalam pengembangan industri pertahanan,” ujarnya saat diwawancarai media pada Kamis (12/6).

Soal kontrak pembelian maupun jumlah pesawat yang akan diakuisisi, Frega belum dapat memberikan penjelasan lebih rinci karena belum ada pembahasan teknis terkait hal itu.

MoU tersebut lebih merepresentasikan ketertarikan Pemerintah Indonesia terhadap alat utama sistem persenjataan (alutsista) itu. Namun, belum berarti telah terjadi kesepakatan pembelian.

“Dari sisi Kemhan, dokumen yang ditandatangani kemarin adalah MoU, belum mengikat sebagai kontrak. Di media disebutkan jumlahnya 48 unit, tapi saat ini kami masih menunggu kejelasan dan menyesuaikan dengan kebutuhan,” tambahnya.

Frega pun kembali menekankan bahwa MoU bukanlah kontrak pengadaan, sehingga belum ada kepastian soal jumlah atau detail lain seperti yang ramai diberitakan.

Jenderal TNI AD bintang satu itu menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai pengadaan dan kuantitas jet tempur akan dibahas lebih lanjut dalam proses negosiasi teknis yang lebih mendalam.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Turkiye #kemhan #jet tempur #indonesia