Radar Pasuruan - Mantan Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, memberikan tanggapan terkait komentar Deddy Corbuzier yang membahas seorang siswa yang mengeluhkan rasa makanan gratis bergizi.
Deddy mengungkapkan rasa tidak setujunya melalui sebuah video di Instagram, mempertanyakan mengapa makanan dengan ayam masih dianggap kurang enak oleh siswa tersebut.
Ia bahkan membandingkan dengan anaknya, Azka, yang terbiasa makan nasi kotak.
Menanggapi hal itu, Yustinus menilai cara Deddy menyampaikan pendapatnya kasar dan kurang pantas, terutama terhadap siswa yang hanya menyampaikan keluhan atas makanan yang ia rasa kurang enak.
"Sayang sekali, pendukung program ini justru mereduksi tujuan utamanya. Apalagi dengan intimidasi terhadap anak-anak yang hanya berkeluh kesah. Sikap arogan seperti ini tidak ada manfaatnya," tulisnya melalui akun X.
Yustinus juga mengingatkan Deddy bahwa program makan bergizi gratis ini dibiayai oleh APBN yang berasal dari pajak rakyat.
Ia menegaskan bahwa para orang tua siswa juga turut membayar pajak, sehingga anak-anak mereka berhak menyampaikan pendapat.
"Jangan merendahkan. Anak-anak itu hanya berbicara jujur, dan mereka memiliki hak untuk itu," ujarnya.
Ia menilai pernyataan Deddy sebagai bentuk kekerasan verbal dan intimidasi simbolik-visual.
"Ini sudah masuk kategori kekerasan verbal dan intimidasi melalui simbol serta visual," tambah Yustinus.
Meskipun memberikan kritik, Yustinus menegaskan dukungannya terhadap program makan bergizi gratis yang digagas Prabowo-Gibran.
Ia menekankan pentingnya pengawasan agar realisasi program ini berjalan dengan baik dan dana yang digunakan tidak diselewengkan.
Menurut Yustinus, program ini adalah inisiatif yang baik, tetapi ia menyoroti pentingnya menjaga standar gizi makanan yang disediakan untuk siswa.
"Saya percaya pada ketulusan dan komitmen Pak Prabowo. Istilah 'bergizi' dalam program ini menjadi standar yang penting, bukan sekadar gratis, tapi juga berkualitas," tutupnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni