Radar Pasuruan - Sudah beberapa hari ini, Siti Aminah, bocah berusia 1 tahun asal Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, Kota Pasuruan, kerap menangis kesakitan.
Jari manisnya membengkak akibat cincin yang dipakainya sejak bayi kini terlalu kecil dan sulit dilepas.
Khawatir dengan kondisi tersebut, keluarga akhirnya meminta bantuan tim Damkar Kota Pasuruan.
Pada Selasa (25/3), orang tua Siti Aminah membawa anaknya ke kantor Damkar untuk mendapatkan pertolongan.
Menurut Anang Sururin, Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan, cincin emas tersebut telah dikenakan sejak korban masih bayi.
Seiring bertambahnya usia, jari bocah tersebut membesar sehingga cincin semakin sempit dan tidak bisa dilepas.
"Karena sudah lama dipakai dan ukurannya tetap, lama-lama cincin ini tidak bisa dilepas lagi," kata Anang.
Sekitar pukul 11.00 WIB, bocah tersebut tiba di kantor Damkar dengan jari yang sudah membengkak.
Satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan jarinya adalah dengan memotong cincin tersebut.
Proses pemotongan cincin tidak berjalan mudah, memakan waktu sekitar 30 menit karena bocah itu terus menangis dan menggerakkan tubuhnya akibat ketakutan.
Petugas harus bekerja ekstra hati-hati, dengan bantuan kedua orang tuanya yang menenangkan dan menahan pergerakannya.
Saat proses pemotongan, petugas menggunakan bahan pelindung besi untuk mencegah alat pemotong mengenai kulit bocah tersebut.
Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya cincin berhasil dipotong dan dilepaskan dengan selamat.
Editor : Moch Vikry Romadhoni