Investasi di Kota Pasuruan Capai Rp 223 M dalam Sembilan Bulan

PASURUAN, Radar Bromo- Investasi di Kota Pasuruan menunjukkan pertumbuhan positif. Selama tahun ini, total investasi tercatat sebesar Rp 223 miliar, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor perdagangan dan reparasi.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Pasuruan, Indra Gunawan, menyatakan bahwa target investasi tahun ini mencapai Rp 283 miliar, naik 2,8 persen dari pencapaian tahun lalu yang sebesar Rp 276 miliar.
Hingga kuartal ketiga, investasi telah mencapai Rp 223.687.063.000, yang mencatatkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di mana investasi hanya mencapai Rp 203.635.388.000.
"Tahun ini, tumbuh positif. Ada pertumbuhan 9,85 persen jika dibandingkan capaian triwulan ketiga pada 2023," kata Indra.
Penyumbang investasi tertinggi diperoleh dari bidang usaha perdagangan dan reparasi sebesar Rp 104 miliar. Lalu, diikuti oleh bidang usaha perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp 34 miliar. Dan jasa lainnya (pariwisata, kesehatan) sebesar Rp 27 miliar.
Pihaknya optimistis jika investasi tahun ini akan melampaui target. Mengingat capaian di triwulan ketiga yang mengalami kenaikan 9,85 persen. Untuk bisa menggenjot investasi, pihaknya melakukan terobosan berbasis digital berupa web "PASTI PROVIT". Calon investor bisa mengetahui terkait informasi investasi di Kota Pasuruan.
"Dalam digitalisasi ini, pelaku usaha bisa mengetahui informasi potensi dan proses perizinan. Sehingga, lebih mudah dalam berinvestasi," tutur Indra.
Anggota DPRD Kota Pasuruan Imam Joko menyebut, selama ini investasi di Kota Pasuruan didominasi oleh investasi kecil hingga menengah. Sehingga, dampaknya bagi perekonomian Kota Pasuruan belum bisa maksimal.
Memang perlu kerja keras dari pemkot agar investasi besar bisa masuk. Salah satunya dengan membuat Kota Pasuruan menarik bagi investor luar kota. Seperti sosialisasi yang masif terkait manfaat berinvestasi di Kota Pasuruan.
"Sarana pendukung seperti jalan, kemudahan akses menuju kawasan industri harus bagus agar calon investor mau datang," jelas politisi PKS ini. (riz/fun)



