
BANGIL, Radar Bromo – Jumlah jalur perlintasan langsung (JPL) yang banyak berpotensi menyebabkan kecelakaan, mendorong Pemkab Pasuruan untuk mempercepat pembangunan palang pintu.
Tahun ini, proyek ini direncanakan di 19 lokasi JPL. Diharapkan, semua palang pintu tersebut sudah beroperasi pada akhir tahun demi meningkatkan keselamatan pengendara.
Belasan titik tersebut tersebar di berbagai kecamatan. Pembiayaan proyek ini tidak hanya berasal dari APBD Kabupaten Pasuruan, tetapi juga mendapat dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat.
Contohnya, JPL 90, 93, dan 96 di Kecamatan Beji serta JPL 161 di Kecamatan Nguling yang dibiayai oleh pemerintah pusat melalui BTP Kelas I Surabaya.
Sementara itu, bantuan keuangan dari pemerintah provinsi akan menyelesaikan pembangunan pos dan palang pintu di JPL 89 Beji dan JPL 152 Grati. Adapun 13 titik JPL lainnya akan ditanggung oleh pemerintah daerah..
“Yang jadi tanggungan APBD itu kemudian kami prioritaskan di daerah yang memang paling rawan. Kemudian, juga sebagian difokuskan untuk mendukung kawasan perkotaan Bangil dan kawasan AATP,” kata Eka Wara Brehaspati, kepala Dishub Kabupaten Pasuruan.
Selama ini, belasan titik tersebut memang belum dilengkapi dengan palang pintu. Kendati ada petugas sukarela yang membantu pengendara apabila ada kereta api melintas.
“Seleksi untuk proses pengadaannya sudah selesai. Jadi sekarang persiapan pembangunan, sebagian sudah ada yang terlihat progresnya,” imbuh Eka.
Sementara untuk petugas penjaga palang pintu, kata Eka, dinasnya akan bekerja sama dengan pihak ketiga. Sebelumnya, para petugas akan diberi pelatihan khusus mengenai perkeretaapian. Sehingga, ketika proyek pembangunan tuntas, mereka bisa langsung bertugas. (tom/one)



