Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada DBD saat Penghujan, Yuk Kenali Tanda-Tanda Dini Gejalanya

M
Penulis: Muhammad Fahmi❯
Ilustrasi DBD
Ilustrasi DBD

BUGUL KIDUL, Radar Bromo-Masuk puncak musim penghujan, Demam Berdarah Dengue (DBD) kian mengancam. Dinas kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan pun meminta warga lebih waspada.


Advertisement

Sebab, ancaman DBD kian rawan. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan dr. Shierly Marlena mengatakan, kasus DBD cenderung meningkat saat musim hujan.

Salah satu pemicunya, ketika musim hujan sering ditemukan genangan yang bisa menjadi sumber penyebaran jentik nyamuk Aedes aegypti.

“Tahun ini justru bisa lebih rawan. Karena hujan disertai panas sering kali menciptakan genangan. Jentik nyamuk DBD suka pada genangan,” kata dr Shierly.

Advertisement

Namun, Shierly mengatakan, tahun ini belum ada temuan kasus DBD.

Tahun kemarin masih ditemukan adanya pasien yang terjangkit. Jumlahnya lebih minim dibanding 2022.

Pada 2022, ada 251 kasus DBD dan pada 2023, ada 65 kasus. Syukur, selama dua tahun itu tidak ada pasien yang sampai meninggal dunia.

Advertisement

Dinkes terus berupaya mengurangi temuan kasus DBD. Salah satunya melalui program satu rumah satu juru pengawas jentik (jumantik). Ia bertanggung jawab mengawasasi jentik di setiap rumah.

Melalui cara ini, kata Shierly, virus DBD bisa diputus mata rantainya dan tidak berkembang biak.

Ada juga langkah abatesasi selektif. Berupa pemberian bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.

Menurutnya, DBD disebabkan jentik nyamuk Aedes aegypti.

Tanda-tanda penderitanya bisa dikenali dengan gejala panas tinggi antara 3-7 hari, ada bintik-bintik di kulit, kadang ada mimisan dan sampai menyebabkan pendarahan dari hidung dan gusi.

Jika penanganannya terlambat, penderita bisa jatuh dalam stadium shock (dengue strong shock).

Dan, ini dapat menyebabkan kematian bagi penderitanya. Sebab, adanya kebocoran pada plasma atau pembuluh darah.

“Apabila masyarakat menjumpai kasus panas menyerupai DBD, segera bawa ke fasilitas kesehatan. Agar dapat penanganan,” pinta Shierly. (riz/rud)

Advertisement
Editor : Muhammad Fahmi

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer