Pemkot Pasuruan Kocok Ulang Dua Kepala Perangkat Daerah, Gus Ipul Beri Pesan Menohok

PASURUAN, Radar Bromo–Rotasi jabatan eselon dua di lingkungan Pemkot Pasuruan kembali bergulir. Pascamutasi tiga pejabat akhir tahun lalu, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf kembali melakukan kocok ulang terhadap pucuk pimpinan perangkat daerah.
Prosesi pengambilan sumpah jabatan digelar di Ruang Untung Suropati Balai Kota Pasuruan, kemarin (2/1).
Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf membeberkan, rotasi jabatan sengaja dilangsungkan di awal tahun. Agar performa perangkat daerah lebih moncer memasuki awal tahun anggaran 2024. ”Kami ingin akselerasi itu terjadi mulai awal tahun,” kata Gus Ipul, sapaan Saifullah.
Dua pejabat yang dilukir antara lain Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Kadisperkim).
Basuki yang semula menjabat Kadisparpora bergeser jadi Kasat Pol PP. Sedangkan jabatan lamanya ditempati Dyah Ermita Sari yang sebelumnya menjabat sebagai Kadisperkim.
Sementara, dua jabatan administrator juga dilukir. Yakni, Akung Novajanto dari sekretaris Disparpora menjadi sekretaris Disperkim. Kemudian Budi Santoso menyusul Mita–sapaan Dyah Ermita Sari–di Disperkim sebagai sekretaris.
”Ini sudah dipertimbangkan matang sekali. Bahkan, tidak ada dissenting opinion antara saya, Pak Wawali, dan Pak Sekda. Artinya, pejabat yang dimutasi ini akan berada di tempat yang tepat,” kata Gus Ipul.
Ia juga menyinggung keberhasilan para pejabat yang dimutasi. Misalnya saja duet Basuki dan Akung, yang selama ini dinilai sukses merealisasikan kawasan Payung Madinah. Karena itu, mereka diberi tugas yang lebih berat.
”Karena prioritas kami tahun 2024 ini juga menyangkut ketertiban. Maka Pak Basuki kami beri kepercayaan mengurus penertiban PKL, tukang parkir, dan masyarakat agar semakin disiplin akan ketertiban umum,” ungkap Gus Ipul.
Begitu juga duet Mita dan Budi yang selama bertugas di Disperkim meninggalkan catatan baik. Keduanya punya peran besar dalam mempercepat pengentasan rumah tidak layak huni. Termasuk juga dalam ’mengunduh’ dana pemerintah pusat untuk membangun IPAL.
”Bu Mita ini sudah lama sekali di Perkim, kira-kira ya memang sudah waktunya pindah. Kalau di Perkim mungkin sudah hafal semua masalah dan solusinya. Dengan kemampuannya itu, harus membikin sesuatu yang baru di tempat yang baru,” kata Gus Ipul.
Ia berharap mutasi jabatan yang dilakukan memberi pengaruh signifikan terhadap kinerja perangkat daerah.
Rencana pembangunan kawasan Makkah yang jadi program Disparpora misalnya, bisa lebih cepat terealisasi. Begitu juga dengan penertiban di kawasan alun-alun yang kendali utamanya ada pada Satpol PP.
”Pesan saya, laksanakan tugas dengan gembira, dengan bahagia, nggak usah mikir yang lain yang aneh-aneh,” tegasnya. (tom/mie)



