Bawaslu Kota Pasuruan Pastikan Pendaftar Pengawas TPS Tak Terafiliasi Parpol

PASURUAN, Radar Bromo-Bawaslu Kota Pasuruan mulai menyiapkan kelengkapan instrumen pengawasan seiring perhelatan Pemilu 2024 yang semakin dekat. Terutama untuk mengawasi seluruh rangkaian pemungutan suara pada 14 Februari 2024 mendatang.
Ketua Bawaslu Kota Pasuruan Vita Suci Rahayu memastikan bakal menempatkan seorang pengawas di masing-masing TPS. Karena itu, jumlah pengawas yang akan direkrut sebanyak 579 orang. Sesuai jumlah TPS yang akan didirikan KPU.
”Pengawas TPS ini perannya cukup krusial karena lingkup pengawasannya secara langsung saat pencoblosan,” kata Vita.
Ia menjelaskan rekrutmen pengawas TPS akan dimulai H-23 Pemilu. Atau pada 2 sampai 6 Januari 2024 mendatang.
Vita mengatakan, semakin banyak pendaftar pengawas TPS akan semakin baik. Karena rekrutmennya akan dilakukan secara ketat.
Bahkan, pada tahap pendaftaran, pihaknya meminta panwascam untuk memastikan apakah para pendaftar tak terafiliasi dengan partai politik tertentu.
”Seleksi kami lakukan sedini mungkin agar pendaftar yang mengikuti rekrutmen bisa dipastikan netralitasnya,” jelas Vita.
Bagaimana jika sampai pendaftaran ditutup ternyata pelamarnya sedikit? Vita optimistis kuota akan terpenuhi.
Namun apabila memang terjadi, pendaftaran bisa diperpanjang. Atau bisa juga kelebihan pendaftar dari kelurahan lain dioper ke kelurahan yang kekurangan.
”Kami yakin minat masyarakat menjadi bagian dari instrumen pengawasan pemilu masih tinggi,” katanya.
Dia juga berharap pengawas TPS yang akan dilantik 22 Januari banyak diisi anak-anak muda.
Apalagi pola kerja mereka nanti banyak menerapkan teknologi.
”Laporan-laporan hasil pengawasan itu banyak yang berbasis android,” bebernya.
Mengacu UU 7/2017, tugas pengawas TPS sendiri mengawasi persiapan dan pelaksanaan pemungutan suara dan perhitungan suara.
”Honornya sekarang naik menjadi Rp 1 juta, sebelumnya Rp 900 ribu,” pungkasnya. (tom/mie)
