Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

BPBD Pasuruan Pantau Pergerakan Tanah di Cowek, Warga Masih Trauma

Rizal Syatori • Kamis, 20 Februari 2025 | 03:10 WIB

 

SURVEI LAGI: Kalaksa BPBD bersama Sekda Yudha Triwidya Sasongko dan Kades Cowek melakukan survei dan pengamatan rumah warga terdampak tanah gerak di Dusun Sempu.
SURVEI LAGI: Kalaksa BPBD bersama Sekda Yudha Triwidya Sasongko dan Kades Cowek melakukan survei dan pengamatan rumah warga terdampak tanah gerak di Dusun Sempu.

Radar Pasuruan - Fenomena tanah bergerak di Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, terus berlanjut selama lebih dari dua pekan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan mencatat ada 54 bangunan yang mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah.

Dari jumlah tersebut, 53 di antaranya merupakan rumah warga, sementara satu lainnya adalah musala.

Kondisi ini memaksa 176 warga untuk mengungsi ke tiga ruang kelas di SDN Cowek II.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan segera mengambil langkah tanggap darurat. Pada Sabtu (15/2), BPBD bersama pemerintah desa melakukan inspeksi langsung ke lokasi terdampak untuk memantau kondisi rumah warga.

Selain itu, BPBD juga meninjau sejumlah lahan kosong di sekitar permukiman warga untuk memastikan adanya retakan baru.

Namun, hingga saat ini, belum ditemukan indikasi pergerakan tanah di luar area terdampak.

"Kami melihat ada tambahan keretakan di beberapa rumah dan jalan setelah hujan pada Minggu (9/2) lalu," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi.

Ia menambahkan bahwa secara visual, tanda-tanda pergerakan tanah lebih dominan di kawasan permukiman terdampak, sementara kondisi tebing dan pepohonan di sekitar lokasi masih stabil.

Meskipun sebagian warga sesekali kembali ke rumah mereka pada pagi dan siang hari untuk mengurus ternak serta mengawasi barang-barang, mereka tetap memilih mengungsi karena masih merasa khawatir.

Sementara itu, BPBD bersama aparat kecamatan dan puskesmas setempat terus bersiaga di lokasi guna memastikan ketersediaan logistik dan layanan kesehatan bagi warga terdampak.

Sugeng menegaskan bahwa pihaknya masih berkoordinasi dengan berbagai instansi untuk menentukan langkah penanganan jangka panjang.

Ia meminta masyarakat bersabar dan tetap menjaga situasi kondusif.

Selain itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pasuruan juga tengah mengajukan bantuan ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Timur.

"Kami juga akan belajar dari daerah lain yang memiliki pengalaman serupa," pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#bpbd #tanah bergerak #pasuruan