Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Cinta Laura Kritik Pedas Pemerintah Gagal Jaga Hati Nurani dalam Kebijakan Tambang

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 11 Juni 2025 | 02:08 WIB

 

Cinta Laura mengkritik industri tambang nikel di Raja Ampat, menyoroti kerusakan alam dan dampak sosialnya.
Cinta Laura mengkritik industri tambang nikel di Raja Ampat, menyoroti kerusakan alam dan dampak sosialnya.
Radar Pasuruan - Cinta Laura menjadi salah satu selebriti yang vokal mengkritik industri tambang nikel di wilayah Raja Ampat, Papua.

Ia menilai, keuntungan dari sektor ini tidak setimpal dengan kerusakan lingkungan dan penderitaan manusia yang ditimbulkannya.

"Berapa nilai satu nyawa manusia? Apakah sebanding dengan tambang, kapal pesiar, atau kesepakatan bisnis? Saat izin ditandatangani dan dividen dibagikan, saya bertanya-tanya. Apakah orang-orang serakah ini masih mengingat wajah-wajah manusia yang dikorbankan, rumah yang hancur, dan tanah yang diracuni?" tulis Cinta Laura di akun Instagram-nya.

Ia menyebut Raja Ampat sebagai berkah besar dari Tuhan untuk Indonesia, yang seharusnya dijaga agar memberi manfaat untuk semua pihak.

"Raja Ampat adalah salah satu surga terakhir di bumi. Namun kini, di salah satu perairan paling rapuh dunia, perusahaan tambang menghancurkan hutan, mencemari air, dan merusak terumbu karang. Semuanya demi nikel untuk mobil listrik. Ini disebut kemajuan, tapi untuk siapa?" katanya.

Cinta menambahkan bahwa masyarakat Papua kini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih bahkan untuk mandi anak-anak mereka, sementara para nelayan kesulitan mencari ikan untuk menyambung hidup.

"Silakan tanya pada para tetua yang melihat hutan sakral mereka dihancurkan. Nilai sebenarnya dari tambang ini bukan sekadar ton logam, tapi juga kematian budaya dan cara hidup. Terputusnya ikatan antara manusia, alam, dan budaya," lanjutnya.

Menurutnya, keserakahan tumbuh karena pemerintah tidak memasukkan moralitas dalam kebijakan, sehingga tampak arogan dan menindas kelompok lemah.

"Kita membenarkan hal yang tak seharusnya. Demi pembangunan, katanya, cuma pulau kecil kok. Negara lain juga begitu, masak kita nggak boleh ambil untung?" ungkap Cinta.

"Dan dari situlah keserakahan tumbuh. Disamarkan dalam rapat-rapat ber-AC dan jargon nasionalisme. Kompromi etika yang kecil lama-lama menjadi kebiasaan. Sampai akhirnya, alam dan budaya dikorbankan tanpa rasa bersalah," jelasnya.

Ia menyatakan, masalah ini bukan sekadar persoalan teknis kebijakan, tapi kegagalan para pemimpin dalam menggunakan nurani sebagai pedoman.

"Ini bukan cuma soal kegagalan aturan. Ini adalah kegagalan nurani. Ironisnya, masyarakat Papua yang kini dirugikan justru dulunya adalah penjaga surga ini. Mereka melindungi alam jauh sebelum dunia peduli soal konservasi," tegas Cinta Laura.

Baca Juga: Ini Tuduhan Koalisi HAM ke Menteri Bahlil Soal Tambang Raja Ampat!

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#cinta laura #kritik #pemerintah #raja ampat #tambang