Bayern Muenchen selama ini cukup superior di Bundesliga Jerman. Dalam 10 tahun terakhir, berhasil keluar sebagai juara Bundesliga.
Namun, kedigdayaan FC Holywood itu tercancam runtuh, musim ini. Itu lantaran Muenchen kembali menelan kekalahan di spieltag ke-27.
Muenchen dikalahkan Borussia Dortmund 0-2 dalam laga Der Klasiker di kandang sendiri, Minggu dinihari (31/3).
Dengan kekalahan itu, Muenchen terpaku di peringkat kedua dengan meraih 60 poin. Berjarak 13 poin dari pemuncak klasemen Bayer Leverkusen.
Pelatih kepala Bayern Tuchel – yang akan hengkang pada akhir musim – menunjukkan kesedihan usai laga.
"Secara keseluruhan, pertandingan ini tidak dimainkan pada level tinggi. Itu adalah pertandingan yang biasa-biasa saja. Sayangnya, kami tidak pernah beradaptasi dengan hal itu. Dari kurangnya kecepatan hingga kurangnya gairah. Sulit untuk dijelaskan," kata Tuchel usai pertandingan.
Tuchel merasa kekalahan Bayern di tangan rival sengitnya, Dortmund, terjadi secara tiba-tiba. "Dalam beberapa minggu terakhir, kami berpikir bahwa kami tidak akan sampai pada titik di mana kami akan memberikan pertandingan seperti itu begitu saja. Kami mempunyai pemikiran yang sangat berbeda, tapi kami tidak berhasil melakukannya," ujarnya.
Ditanya apakah perburuan gelar sudah berakhir, Tuchel menjawab: “Ya, tentu saja. Selamat kepada Leverkusen," kata dia.
Kekalahan Bayern atas Dortmund banyak menuai reaksi netizen. Mereka mengaitkan kegagalan Munchen musim ini dengan kutukan striker mereka Harry Kane yang selama ini belum pernah meraih trofi.
Ya, sejak Kane bergabung di Munchen, sejauh ini Munchen belum memenangi trofi. Di Piala Super Jerman, Muenchen dikalahkan Leipzig dengan skor telak 0-3 di Allianz Arena.
Muenchen juga sudah tersingkir di DFB Pokal (Piala Jerman) usai dikalahkan FC Saarbrucken.
Meski begitu, Muenchen masih memiliki asa di Liga Champions dan Liga Jerman meski peluangnya tipis. Mampukah kutukan Kane dipatahkan Muenchen?
Editor : Muhammad Fahmi