Tegaskan Driver dan Aplikator Saling Butuh, KAJOL Harap Aturan Baru Tidak Merugikan Pengemudi

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:29 WIB
Ilustrasi pengemudi ojek online perempuan. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
Ilustrasi pengemudi ojek online perempuan. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
Radar Bromo - Komunitas Ojek Online (KAJOL) Indonesia menyampaikan desakan kepada pihak pemerintah agar senantiasa menomorsatukan aspek kesejahteraan para pengemudi ojek online tatkala merumuskan regulasi terkait tarif layanan pengantaran barang serta makanan berbasis aplikasi.
Firmansyah selaku Ketua Umum KAJOL mengemukakan pandangannya bahwa penghasilan harian seorang pengemudi tidak semata-mata ditentukan oleh tinggi rendahnya besaran tarif orderan saja, melainkan turut bergantung pada kuantitas pesanan yang berhasil didapatkan oleh driver.
"Kami tentu senang kalau tarif naik. Tetapi kalau tarif terlalu mahal, pelanggan bisa mengurangi penggunaan aplikasi. Kalau order berkurang, pendapatan driver juga bisa turun, yang paling penting bagi driver adalah berapa banyak uang yang bisa dibawa pulang setelah bekerja seharian," ujar Firman, Rabu (26/8).
Berdasarkan pertimbangan tersebut, pemerintah diimbau agar jeli dan cermat menimbang berbagai sudut pandang sebelum menetapkan kebijakan aturan agar tidak sampai merugikan posisi para pengemudi ojol.
Baca Juga: Driver Ojol Bakal Dapat Perlindungan Lebih, Aturan Pengantaran Barang dan Makanan Masuk Perpres
"Jadi yang harus dilihat adalah pendapatan driver secara keseluruhan dalam sehari," imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa dinamika situasi di lapangan seringkali bersifat fluktuatif dan tidak menentu setiap harinya, di mana kerap kali dijumpai fase ketika orderan sepi pelanggan.
"Kondisi di lapangan berubah-ubah. Kadang ramai, kadang sepi. Pemerintah harus melihat kondisi ini secara langsung dan jangan hanya mendengarkan satu pihak," jelasnya.
Di samping itu, Firman menegaskan bahwa keberadaan perusahaan aplikator memegang peran krusial bagi para pengemudi sebab kelangsungan pencarian order harian sepenuhnya bertumpu pada sistem aplikasi tersebut.
"Kami sama-sama membutuhkan. Tujuan kita sama, yaitu memberikan pelayanan kepada pelanggan. Karena itu, jangan sampai ada aturan yang justru membuat salah satu pihak kesulitan untuk bertahan," pungkasnya.
Baca Juga: Sambangi Massa AMPB di DPR RI, Ferry Irwandi Beri Dukungan Penuh Aksi Kawal RUU Perampasan Aset
Editor : Moch Vikry Romadhoni
KAJOL Indonesia Tarif Ojek Online Pengemudi Ojol Aplikator Ojol Regulasi Transportasi Online