Diteror Tembakan dan Blokir Rekening, Ratusan Warga Pati Tetap Berangkat Kawal RUU Perampasan Aset

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 16:27 WIB
Kaca rumah anggota AMPB pecah usai ditembak oleh orang tak dikenal. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
Kaca rumah anggota AMPB pecah usai ditembak oleh orang tak dikenal. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
Radar Bromo - Tindakan teror kembali dialami oleh figur-figur yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menjelang aksi unjuk rasa berskala besar di kompleks Gedung DPR RI. Kediaman salah satu pengurus AMPB dilaporkan diserang menggunakan tembakan oleh pihak misterius hingga mengakibatkan kaca bangunan pecah pada hari Selasa (25/8) sekira pukul 21.00 WIB.

Peristiwa penembakan yang disinyalir memanfaatkan senjata angin tersebut dipandang sebagai bentuk nyata tekanan mental guna meredam gerakan penyuarakan aspirasi di ibu kota. Di tempat kejadian perkara, ditemukan pula proyektil atau pelor besi yang diduga dilepaskan oleh pelaku penyerangan.

Vander Waruwu selaku perwakilan Tim Advokasi AMPB menegaskan dengan tegas bahwa gelombang teror bertubi-tubi yang menyasar para aktivis tidak akan kuasa memadamkan bara perjuangan warga. Dirinya memastikan bahwa elemen masyarakat akan terus melangkah turun ke jalan.

"Tadi malam, ya. Artinya intimidasi terhadap teman-teman AMPB itu sangat banyak. Tapi sekali lagi, itu tidak akan mengurangi spirit perjuangan teman-teman AMPB. Ada banyak bentuk intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis kita," ujar Vander di depan DPR RI, Rabu (26/8).

Kendati dibayangi ancaman teror yang masif, tingkat solidaritas massa AMPB terpelihara dengan sangat baik. Ratusan warga asal Pati, Jawa Tengah, dijadwalkan merapat ke Jakarta pada Rabu (26/8) malam dengan menumpang lima armada bus pariwisata. Gelombang rombongan susulan ini bergerak sejak siang hari guna bergabung bersama massa pengunjuk rasa lainnya.

Supriyono alias Botok selaku Koordinator AMPB memberikan konfirmasi ihwal keberangkatan rombongan bus tersebut. Pengerahan gelombang massa tambahan ini telah dikoordinasikan secara matang berkolaborasi dengan jaringan aktivis dari berbagai daerah.

"Terkait demo tinggal eksekusi, kita sudah konsolidasi kepada kawan-kawan di seluruh Indonesia. Dari Pati itu 5 bus ya, nanti jam 1 siang berangkat," jelas Botok di depan Gedung DPR RI.
Baca Juga: Warga Pati Pilih Temui DPR Bukan Demo, Minta Legislator Turun Langsung Lihat Kondisi Daerah

Aksi massa yang dipusatkan pada kawasan Jalan Gatot Subroto hari Kamis (27/8) ini mengusung misi penegakan hukum yang tanpa kompromi. Kehadiran massa langsung ke ibu kota ini merupakan respons atas pernyataan Ketua DPR RI Puan Maharani yang membuka lebar pintu masukan dari publik.

Dua poin tuntutan utama yang dikedarkan dalam aksi kali ini mencakup desakan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset serta pemberlakuan sanksi hukuman mati bagi para pelaku kejahatan korupsi.

Secara tegas, Botok menepis anggapan miring bahwa aksi turun jalan ini bermuatan politis untuk menciptakan kekacauan. Ia menekankan bahwa pergerakan AMPB murni berfokus mengawal kebijakan negara tanpa sedikit pun agenda melengserkan kepemimpinan Prabowo-Gibran.

"Kita fokus pada dua tuntutan itu. Tidak ada lengserkan Prabowo-Gibran, tidak ada. Kita mendukung pemerintahan Prabowo agar lebih baik," tegas Botok.

Di samping itu, ia turut membantah isu yang menyebutkan bahwa pergerakan warga Pati ini disponsori oleh kalangan elite politik tertentu, lingkaran 'Geng Solo', maupun faksi penguasa lain. AMPB menjamin aksi ini murni representasi suara rakyat kecil dari daerah yang sama sekali tidak bertaut dengan kelompok mana pun yang pernah mencatut nama warga Pati pada aksi-aksi sebelumnya.
Baca Juga: Kasus Korupsi Rektor Unsoed Picu Desakan Evaluasi Sistem Pendidikan dan Pembenahan Jalur Mandiri
Editor : Moch Vikry Romadhoni
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Demo DPR RI Teror Penembakan Pati Supriyono Mas Botok RUU Perampasan Aset