Demo BEM UI Memanas, Polisi Tangkap 2 Orang Bawa Sajam hingga Golok di Ambulans

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:09 WIB
Sebanyak 1.000 mahasiswa dari BEM UI dan aliansi mahasiswa lainnya kembali dicegat di depan Gedung UOB, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
Sebanyak 1.000 mahasiswa dari BEM UI dan aliansi mahasiswa lainnya kembali dicegat di depan Gedung UOB, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

Radar Bromo - Polisi menangkap dua orang yang diduga membawa senjata tajam saat aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Jalan MH. Thamrin, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

Salah satu temuan yang menjadi perhatian polisi adalah golok yang ditemukan di dalam sebuah mobil ambulans yang melintas di sekitar lokasi demonstrasi. Selain itu, polisi juga mengamankan seorang terduga pelaku yang membawa pisau.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan salah satu orang yang diamankan karena membawa pisau diduga merupakan oknum mahasiswa.

"Bahwa yang membawa pisau ini salah satu oknum mahasiswa," ujar Budi Hermanto kepada wartawan, Selasa (18/8).

Sementara untuk temuan golok, polisi melakukan pemeriksaan terhadap ambulans yang berada di sekitar kawasan aksi. Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan senjata tajam di bagian dekat pengemudi.

"Digeledah ternyata ada golok di sisi pengemudi ambulans," ucapnya.

Meski telah mengamankan dua orang, polisi masih melakukan pendalaman. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui alasan atau motif kedua orang tersebut membawa senjata tajam ketika berada di lokasi demonstrasi.

Baca Juga: Ditressiber Polda Metro Tangkap Penyebar Hoaks Demo 17 Agustus, Akui Pemilik Akun TikTok

Di sisi lain, pihak BEM UI membantah kedua orang yang ditangkap tersebut merupakan mahasiswa Universitas Indonesia. Wakil Ketua BEM UI Fatimah Azzahra menyatakan seluruh mahasiswa UI yang mengikuti aksi telah meninggalkan lokasi secara bersama-sama dan dalam keadaan aman sekitar pukul 18.00 WIB.

"Mahasiswa UI tidak ada yang membawa hal-hal yang berbahaya termasuk senjata," kata Fatimah saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (18/8).

Fatimah yang merupakan mahasiswa Fakultas Kedokteran UI itu juga mengaku belum memperoleh informasi mengenai adanya mahasiswa UI yang ditangkap polisi dalam aksi tersebut.

"Report-nya so far semua mahasiswa UI pulang dengan aman," ungkapnya.

Bantahan juga disampaikan terkait ambulans yang diperiksa polisi. Fatimah menegaskan kendaraan tersebut bukan berasal dari elemen UI apabila memang ditemukan senjata tajam di dalamnya.

"Karena saya sudah cek ambulans-ambulans yang milik kami dan tidak ada senjata sama sekali, termasuk dari petugas medis yang kebetulan teman teman saya dari FKUI juga," tegasnya.

Menurut Fatimah, ambulans yang digunakan selama aksi telah dikoordinasikan dengan Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI). Karena itu, dia menilai kecil kemungkinan ada pihak yang sengaja memasukkan senjata ke dalam ambulans tersebut.

"Yang rasanya tidak mungkin alumni memasukkan senjata," pungkas Fatimah.

Aksi demonstrasi yang sebelumnya direncanakan berlangsung di kawasan Bundaran HI tersebut memang tidak hanya diikuti mahasiswa UI. Sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi lain juga turut bergabung dalam aksi.

Beberapa di antaranya berasal dari Universitas Pancasila, Universitas Bung Karno, hingga Universitas Muhammadiyah Hamka (UHAMKA).

Hingga berita ini ditulis, polisi belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai identitas dua orang yang diamankan terkait dugaan membawa senjata tajam dalam aksi demonstrasi tersebut.

Baca Juga: Kemenhut Bongkar Puluhan Kasus Karhutla di Indonesia, Gunung Bromo Ikut Diselidiki

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Demo BEM UI Demonstrasi Mahasiswa Senjata Tajam jakarta pusat polda metro jaya