Radar Pasuruan - Massa Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia tertahan di depan Gedung UOB, Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, akibat blokade polisi yang menghalangi langkah mereka menuju Bundaran Hotel Indonesia, Selasa (18/8).
Hingga pukul 17.13 WIB, blokade berupa barikade hitam setinggi sekitar 2 meter masih kokoh menghalangi pergerakan massa maupun mobil komando. Massa akhirnya memilih melakukan orasi di lokasi, sementara sebagian peserta aksi di barisan belakang tampak lebih santai dengan duduk lesehan sambil membeli minuman dari pedagang sekitar.
Para orator silih berganti menyampaikan pernyataan, mulai dari keprihatinan terhadap warga NTT yang terdampak gempa bumi hingga sejumlah tuntutan, termasuk permintaan penghentian program Makan Bergizi Gratis. Lalu lintas di sekitar kawasan Sudirman dilaporkan masih terpantau lancar.
Sebelumnya, BEM UI berencana menyampaikan aspirasi di kawasan Bundaran HI. Namun Polda Metro Jaya menyiapkan titik alternatif di kawasan Dukuh Atas dengan pertimbangan kepadatan lalu lintas dan aktivitas masyarakat di Jakarta Pusat.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa kawasan Bundaran HI merupakan pusat berbagai aktivitas warga, mulai dari pendidikan, perekonomian, hingga peribadatan.
"Kami sudah mempersiapkan di lokasi Dukuh Atas depan UOB dan Dukuh Atas untuk bisa menjadi titik penyampaian aspirasi, begitu," ujarnya kepada wartawan, Selasa (18/8).
Budi menegaskan bahwa demonstrasi di Bundaran HI berpotensi melumpuhkan arus lalu lintas di berbagai simpul penting Jakarta, termasuk arah Patung Kuda, Istana, Harmoni, Semanggi, Sudirman, Slipi, Gatot Subroto, Tanah Abang, hingga Menteng.
"Apabila arus lalu lintas sudah lumpuh, artinya kita juga hadir dalam tidak berempati terkait tentang aktivitas masyarakat lainnya," pungkas Budi.
Editor : Moch Vikry Romadhoni