Radar Pasuruan - Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang didukung Amerika Serikat (AS) sepakat membentuk dua kelompok kerja untuk menangani pelucutan senjata Hamas dan demiliterisasi Jalur Gaza.
Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan Netanyahu dengan utusan sekaligus menantu Presiden AS Donald Trump, Jared Kushner, serta Direktur Dewan Perdamaian Nickolay Mladenov di Israel, Senin (17/8).
Kantor Netanyahu menyebut pembahasan berlangsung mendalam dan konstruktif. Dua kelompok kerja kemudian disepakati untuk menangani persoalan keamanan dan kebutuhan masyarakat Gaza.
"Perdana Menteri dan Dewan Perdamaian melakukan diskusi yang mendalam dan konstruktif. Disepakati untuk membentuk dua kelompok kerja," tutur kantor Netanyahu dalam sebuah pernyataan yang diunggah di akun X, dilansir dari Antara, Selasa (18/8).
Kelompok kerja pertama akan berfokus pada pelucutan senjata dan demiliterisasi Gaza. Israel dan Dewan Perdamaian disebut bertekad agar proses tersebut dilakukan segera dan diselesaikan sebelum pembangunan kembali Gaza dimulai.
Sementara itu, kelompok kerja kedua akan menangani persoalan sanitasi, air bersih, serta masalah kesehatan masyarakat lainnya yang dihadapi penduduk Gaza dan dinilai turut berdampak terhadap penduduk Israel.
Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair juga disebut hadir dalam pertemuan tersebut, menurut laporan The Times of Israel yang mengutip sumber anonim.
Jared Kushner mengatakan pertemuan dengan Netanyahu yang berlangsung hampir empat jam berjalan sangat baik. Menurutnya, pembahasan turut menyelesaikan sejumlah kesalahpahaman terkait peta jalan perdamaian.
"Saya kira ada beberapa kekhawatiran yang valid yang mereka sampaikan dan berhasil mereka atasi," kata Kushner kepada Fox News.
Kushner menegaskan AS tidak akan mengizinkan proses rekonstruksi Gaza berlangsung sebelum demiliterisasi wilayah tersebut selesai.
Ia juga menyatakan AS tidak akan membatasi hak Israel untuk membela diri terhadap ancaman yang dianggap segera terjadi.
Menurut Kushner, proses penghapusan senjata dan pengisian terowongan dapat dimulai paling cepat dalam waktu 30 hari. Perkembangan yang lebih signifikan diperkirakan dapat terlihat dalam 60 hingga 90 hari berikutnya.
Kushner menyebut kesepakatan tersebut sebagai situasi yang sama-sama menguntungkan. Jika Hamas memenuhi komitmennya, menurut dia, ancaman keamanan yang besar dapat dihilangkan.
Sebaliknya, apabila Hamas tidak memenuhi komitmen tersebut, Israel disebut akan mendapatkan lebih banyak dukungan dari AS dan pihak lainnya untuk menyelesaikan proses tersebut.
Pembicaraan mengenai demiliterisasi Gaza berlangsung setelah Kushner bersama Mladenov dan Blair mengunjungi Kairo, Mesir, pada Minggu. Mereka membahas isu serupa dengan para pejabat Hamas.
Kushner mengatakan Hamas menyampaikan hal-hal yang dinilai tepat dalam pembicaraan. Namun, ia mengaku masih sulit mempercayai kelompok tersebut karena rekam jejak kekerasan yang disebutnya sebagai kekejaman mengerikan.
Meski demikian, pemerintah AS disebut akan memberikan kesempatan kepada Hamas untuk membuktikan komitmennya melalui tindakan dan langkah yang mereka lakukan.
Sejak Oktober 2023, militer Israel melakukan serbuan di Jalur Gaza yang menurut laporan tersebut telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya.
Gencatan senjata disebut tetap berlaku sejak Oktober 2025 sebagai bagian dari fase pertama rencana perdamaian Gaza yang digagas Trump. Namun, Israel masih melakukan serangan di wilayah Palestina tersebut, dengan korban sedikitnya 1.260 orang tewas dan lebih dari 4.100 lainnya terluka menurut Kementerian Kesehatan Gaza.
Fase kedua rencana Trump mencakup pengalihan pemerintahan Gaza kepada komite teknokrat Palestina, pengerahan pasukan stabilisasi internasional, serta penempatan senjata di bawah pengawasan internasional.
Israel diperkirakan melakukan penarikan pasukan secara bertahap dari Jalur Gaza. Langkah tersebut diharapkan membuka jalan bagi dimulainya upaya rekonstruksi wilayah tersebut.
Editor : Moch Vikry Romadhoni