BANGIL — Kemacetan di pusat Kota Bangil mulai terurai setelah Jalan Untung Suropati diperlebar. Arus kendaraan kini memiliki ruang lebih lega dibanding sebelum proyek dikerjakan.
Namun, hampir setahun setelah proyek rampung, sejumlah ruas jalur Pantura di Kabupaten Pasuruan masih belum dilengkapi markah jalan.
Pelebaran Jalan Untung Suropati dilakukan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur–Bali sejak tahun lalu. Ruas yang ditangani membentang sekitar 420 meter, mulai depan Alun-Alun Bangil hingga Jembatan Kedunglarangan.
Sebelum pelebaran, lebar jalan tersebut hanya sekitar 4,5 meter. Proyek kemudian menambah lebar sekitar 70 sentimeter di sisi utara.
Pelebaran itu menjadi salah satu upaya untuk mengurai kepadatan di salah satu titik sibuk Bangil. Dengan ruang jalan yang lebih lega, kendaraan kini memiliki area melintas lebih luas.
Namun, pekerjaan fisik tersebut belum sepenuhnya tuntas dari sisi perlengkapan keselamatan jalan.
Sejumlah titik perbaikan di jalur Pantura, termasuk kawasan Beji hingga Raci, juga belum dilengkapi markah meski pekerjaan jalan telah selesai.
Baca Juga: Pasuruan Bangun 23 Irigasi Perpompaan, DPRD Ingatkan Jangan Lupakan Peran Ulu-Ulu
Kondisi itu membuat fungsi jalan belum maksimal. Keberadaan markah dinilai penting untuk membantu pengendara membaca batas lajur, terutama pada ruas yang memiliki volume kendaraan tinggi.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 BBPJN Jatim–Bali Sentot Wijayanto mengakui masih terdapat pekerjaan yang harus diselesaikan terkait markah jalan.
“Memang tinggal markah jalan,” ujar Sentot.
Pengguna jalan berharap pemasangan markah segera dituntaskan. Adi Atma, salah seorang pengendara yang rutin melintas jalur Pantura Bangil, menilai markah menjadi bagian penting setelah kondisi fisik jalan diperbaiki.
“Kalau jalannya sudah bagus dan dilebarkan, mestinya segera dilengkapi markah. Biar pengendara lebih jelas mengambil posisi dan tidak saling berebut jalur,” ujarnya.
Menurut Adi, keberadaan markah semakin dibutuhkan ketika malam hari. Tanpa pembatas lajur yang jelas, pengendara akan lebih sulit memperkirakan posisi kendaraan, terutama saat lalu lintas sedang padat.
“Apalagi banyak kendaraan besar lewat. Kalau markahnya jelas, setidaknya pengendara lebih mudah membaca jalurnya,” katanya. (tom/one)
Baca Juga: Pohon, Otak atau Dua Wajah? Pilihan Pertama Anda Disebut Bisa Ungkap Kepribadian
Editor : Moch Vikry Romadhoni