Radar Pasuruan - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medali 1 di Desa Medali, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, meledak pada Kamis (13/8) malam. Insiden tersebut menyebabkan lima orang mengalami luka-luka.
Dilansir Radar Mojokerto (Jawa Pos Group), para korban mengalami luka bakar dan tertimpa material bangunan SPPG. Mereka kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Islam Sakinah (RSI) Mojokerto dan RS Gatoel Mojokerto.
Ledakan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, ledakan diduga bersumber dari kebocoran tabung gas di dalam gedung SPPG yang saat itu sedang diperbaiki tiga teknisi.
“Ledakannya seperti barang jatuh, duaarr, gitu,” ungkap Satpam SPPG Medali 1 Bagiyanto di lokasi, dikutip Jumat (14/8).
Dentuman tersebut kemudian disusul kobaran api yang menyambar bangunan SPPG. Tiga orang yang sedang melakukan perbaikan tabung gas turut menjadi korban.
“Setelah ledakan kondisinya gelap semua,” imbuh Bagiyanto yang saat itu berada di ruang keamanan.
Bagiyanto menjelaskan, tiga korban tersebut terdiri dari satu teknisi dan dua pembantu teknisi gas. Ketiganya mengalami luka bakar serius.
“Kondisi tiga orang itu ya 80 persen terbakar semua (alami luka bakar). Tapi, yang paling parah itu ya Pak Edi,” imbuhnya.
Baca Juga: Kontraktor SPPG Tagih BGN, Tunggakan Rp 800 Miliar Disebut Belum Dibayar
Edi diketahui merupakan pemilik usaha gas sekaligus teknisi yang melakukan perbaikan. Sementara dua korban lainnya membantu proses perbaikan tabung gas yang mengalami kebocoran.
“Saat itu memang pas waktu ngisi gas, terus diperbaiki. Mungkin saat diperbaiki lalu terjadi ledakan,” tambahnya.
Ledakan juga menyebabkan dua dari sembilan relawan SPPG yang sedang bekerja mengalami luka-luka. Kesembilan relawan tersebut terdiri dari satu laki-laki dan delapan perempuan.
Saat kejadian, para relawan tengah mengupas sayuran dan menyiapkan bahan untuk menu masakan hotdog. Mereka kemudian mendengar suara ledakan sebelum melihat kobaran api menyambar bangunan.
Material bangunan yang runtuh akibat ledakan menimpa dua relawan bernama Nikmah dan Tia.
“Waktu itu mereka sedang memilah selada. Pas gasnya meledak atap runtuh, lalu materialnya menimpa mereka,” papar Aqda Marselino, salah satu relawan SPPG.
Sembilan relawan yang berada di lokasi kemudian berhamburan menyelamatkan diri. Mereka khawatir bangunan kembali runtuh, sementara kobaran api akibat ledakan gas semakin membesar.
“Setelah ledakan itu semua pada lari,” imbuhnya.
Beberapa unit pemadam kebakaran kemudian dikerahkan ke lokasi untuk menangani kebakaran. Relawan dan warga juga turut membantu proses evakuasi korban menuju rumah sakit.
Hingga berita ini ditulis, proses pembasahan di lokasi masih dilakukan petugas pemadam kebakaran.
Sementara itu, petugas kepolisian dari Polsek Puri dan Polres Mojokerto telah diterjunkan untuk melokalisir serta mengamankan lokasi kejadian. Polisi juga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan.
Baca Juga: DPR Desak Pemerintah Naikkan Gaji dan Tunjangan Guru-Dosen di RAPBN 2027
Editor : Moch Vikry Romadhoni