Tukang Cukur Bogor Minta Maaf Usai Singgung Indonesia Belum Merdeka, Netizen: Seharusnya Negara yang Minta Maaf

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:59 WIB
Tukang cukur, Nurhidayat, meminta maaf karena menyebut Indonesia belum merdeka (Instagram Info Jawa Barat)
Tukang cukur, Nurhidayat, meminta maaf karena menyebut Indonesia belum merdeka (Instagram Info Jawa Barat)

Radar Pasuruan - Tukang cukur asal Kabupaten Bogor, Nurhidayat alias Apuy, menjadi sorotan setelah mempertanyakan makna kemerdekaan Indonesia saat diminta memasang bendera merah putih menjelang HUT Kemerdekaan. Setelah menyampaikan permohonan maaf, ia justru mendapat pembelaan dari sejumlah netizen.

Sejumlah netizen menilai Nurhidayat tidak seharusnya meminta maaf hanya karena mempertanyakan kondisi kemerdekaan. Mereka bahkan berpendapat pemerintah yang semestinya melakukan introspeksi apabila masih ada warga yang merasa belum merdeka dalam kehidupannya.

"Kuduna nagara nu menta hampura can ngamerdekakeun rakyatna," tulis akun iqbal_ramm. Kalimat tersebut berarti, "Seharusnya negara yang meminta maaf belum bisa memerdekakan rakyatnya".

Komentar lain juga menyoroti keputusan Nurhidayat untuk meminta maaf.

"Kenapa harus minta maaf? Padahal beliau mewakili 100 juta rakyat Indonesia," tulis seorang netizen.

Di tengah ramainya respons publik, pria yang akrab disapa Apuy itu mengunggah video permintaan maaf. Dalam video tersebut, ia tampak santai sambil memegang bendera merah putih.

"Saya Nurhidayat atau Apuy selaku pengusaha pangkas rambut yang berada di pasar kambing. Dengan ini saya menyatakan permohonan maaf atas ucapan saya kemarin yang mengatakan bahwa Indonesia itu belum merdeka. Sebenarnya itu salah. Indonesia sudah merdeka. Merdeka!" ucapnya sambil tersenyum.

Baca Juga: Imbas Sindir Ruben Onsu, Bisnis Sarwendah Terancam Ambruk Akibat Boikot Netizen

Sebelumnya, video Nurhidayat menolak memasang bendera merah putih menjelang peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia viral di media sosial. Penolakannya berawal ketika ia mempertanyakan makna kemerdekaan.

Peristiwa tersebut terjadi saat pegawai Kecamatan Rancabungur mendatangi tempat usaha Nurhidayat dan meminta dirinya memasang bendera merah putih.

Dalam salah satu video, seorang wanita yang disebut sebagai Camat Rancabungur meminta Nurhidayat membeli bendera.

"Beli dong. Masa enggak sanggup beli. Saya udah ngasih banyak," ucap perempuan tersebut dalam video, dikutip Rabu (12/8).

"Banyak apa," jawab Nurhidayat.

Video lain memperlihatkan seorang pria yang diduga pegawai kecamatan kembali mendatangi tukang cukur tersebut. Pria itu mempertanyakan alasan Nurhidayat tidak memasang bendera merah putih.

"Alasan abang enggak pasang bendera apa?" tanya pria tersebut.

"Alasannya?" jawab Nurhidayat.

"Iya. Abang, ini kan udah merdeka, abang disuruh pasang bendera sama ibu camat loh," kata perekam video.

Nurhidayat kemudian memberikan jawaban yang menjadi sorotan dan memicu perbincangan di media sosial.

"Kata siapa udah merdeka?" jawabnya sambil berlalu.

Pernyataan tersebut kemudian memicu berbagai reaksi netizen. Sebagian menganggap pertanyaan Nurhidayat tidak semestinya berujung pada permintaan maaf, sementara lainnya menilai pernyataan itu menjadi gambaran keresahan yang masih dirasakan sebagian masyarakat terkait makna kemerdekaan.

Baca Juga: BPKN Soroti Umrah Tanpa Izin di Sultra, Jemaah Diminta Jangan Tergiur Harga Murah

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Kemerdekaan Indonesia Nurhidayat tukang cukur Bogor bendera merah putih netizen