Mendiktisaintek Tantang Pakar Psikologi Bikin ‘Atomic Habits’ Versi Indonesia untuk Gen Z

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:41 WIB
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. (ANTARA/Kemdiktisaintek)
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. (ANTARA/Kemdiktisaintek)

Radar Pasuruan - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong pakar psikologi Indonesia menghadirkan buku pengembangan diri yang berlandaskan ilmu psikologi, tetapi dikemas ringan dan menarik untuk Generasi Z.

Brian menilai buku dengan pendekatan populer seperti Atomic Habits dapat menjadi contoh bagaimana ilmu psikologi dikemas agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Saya sendiri punya pandangan psikologi ini bidang yang diperlukan oleh semua orang sebenarnya ya, kan kapasitas diri, pengembangan diri itu kan semuanya untuk psikologi. Buku-buku (seperti) Atomic Habits gitu kan itu sebenarnya untuk psikologi ya, bagi saya itu ilmu-ilmu yang perlu dibangun," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto dalam Seminar Nasional Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) bersama AP2TPI dan HIMPSI di Jakarta, Selasa.

Menurut Brian, pendekatan psikologi yang lebih dekat dengan masyarakat dibutuhkan karena masih ada stigma di kalangan mahasiswa ketika harus berkonsultasi langsung dengan psikolog maupun layanan bimbingan dan konseling.

Ia menilai sebagian mahasiswa masih merasa malu atau khawatir dianggap memiliki masalah ketika datang ke ruang psikolog atau ruang BK di kampus.

"Karena memang bapak/ibu sekalian, apalagi di kampus ya, mahasiswa itu kalau sudah datang ke ruang psikolog ya atau ruang BK itu wah masalah tuh gitu kan ya takut, jadi mahasiswa juga malu-malu," ucap Mendiktisaintek yang pernah menjabat Direktur Kemahasiswaan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Karena itu, Brian mendorong penguatan literasi psikologi melalui media yang mudah diakses masyarakat. Menurutnya, prinsip-prinsip psikologi sebenarnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk membantu seseorang mengembangkan kapasitas dirinya.

Namun, ia menilai buku psikologi karya penulis Indonesia yang mampu menggabungkan unsur edukasi dan hiburan masih terbatas. Kondisi tersebut membuat masyarakat lebih banyak mengonsumsi buku psikologi atau pengembangan diri yang berasal dari luar negeri.

Baca Juga: APBD-P Jatim 2026 Tembus Rp 29,86 Triliun, Pendidikan dan Infrastruktur Jadi Prioritas

"Kita juga belum ada buku yang bestseller, (saya) gak tahu bestseller Indonesia tentang psikologi model Atomic Habits gitu ya apa (buku Think and) Grow Rich gitu kan ya, itu yang legend-legend. Nah itu mungkin perlu kita munculkan bapak/ibu sekalian," ujar Menteri Brian.

Brian menekankan, buku yang ditujukan bagi Gen Z tidak perlu dikemas seperti buku pengantar ilmu psikologi yang sarat teori. Sebaliknya, ia menginginkan buku yang lebih praktis dan relevan dengan persoalan kehidupan.

Menurutnya, materi psikologi dapat dikemas dalam bentuk panduan pengembangan diri, kesuksesan karier, maupun kepemimpinan transformatif yang mudah diterapkan pembaca.

Untuk mendorong lahirnya karya semacam itu, Brian mengusulkan agar Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) menggelar kompetisi atau sayembara penulisan buku psikologi yang secara khusus menyasar Gen Z.

"Nah ini mungkin nitip ke HIMPSI mungkin bisa diadakan ini pak, lomba, sayembara, penyusunan buku (psikologi) untuk Gen-Z begitu ya, tentang psikologi tapi bukan pengantar ilmu psikologi," ucap Mendiktisaintek.

Buku-buku tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap literasi psikologi. Kalangan remaja dan mahasiswa menjadi salah satu sasaran utama agar dapat mempelajari konsep ketahanan mental dan pengembangan diri dengan cara yang lebih santai.

Melalui pendekatan literasi psikologi yang populer dan mudah dipahami, Brian berharap Gen Z dapat memiliki bekal untuk menghadapi tekanan sosial maupun akademis sekaligus membangun kapasitas diri secara mandiri dan optimistis.

Baca Juga: Trump Pasang Badan Bela Bos FIFA Gianni Infantino, Peringatkan Konfederasi Sepak Bola

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Atomic Habits HIMPSI Gen Z Brian Yuliarto psikologi