Intelijen Bongkar Dugaan Iran Siapkan Serangan ke Arab Saudi, Fasilitas Vital Jadi Target

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:50 WIB
Ilustrasi pejuang Hizbullah di Lebanon selatan. (Modern Diplomacy).
Ilustrasi pejuang Hizbullah di Lebanon selatan. (Modern Diplomacy).

Radar Pasuruan - Laporan intelijen terbaru mengungkap dugaan adanya persiapan serangan terhadap Arab Saudi yang melibatkan Iran dan sejumlah kelompok proksinya. Serangan tersebut disebut berpotensi menyasar berbagai fasilitas strategis, termasuk infrastruktur energi, bandara, pelabuhan, hingga fasilitas sipil lainnya.

Informasi itu disampaikan seorang sumber senior Arab Saudi kepada Al Arabiya English pada Kamis (6/8). Menurut sumber tersebut, pemerintah Saudi telah menerima sejumlah laporan intelijen yang dinilai kredibel mengenai koordinasi antara kelompok Houthi di Yaman, milisi bersenjata di Irak, dan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

"Ada "intelijen yang kredibel" yang menunjukkan proksi yang didukung Iran dan IRGC sedang bersiap untuk menyerang Arab Saudi," kata sumber senior tersebut.

Sumber itu juga menyebut terdapat multiple credible intelligence reports yang mengindikasikan adanya koordinasi antarkelompok dalam mempersiapkan serangan ke wilayah Arab Saudi.

Ancaman tersebut muncul di tengah upaya Arab Saudi mendorong deeskalasi konflik di kawasan Timur Tengah melalui jalur diplomasi. Meski situasi diplomatik disebut menunjukkan perkembangan positif, pemerintah Saudi menegaskan akan mengambil langkah tegas apabila ancaman itu benar-benar diwujudkan.

"Arab Saudi tidak akan ragu untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menanggapi setiap agresi," ujar sumber tersebut.

Peringatan itu juga muncul setelah sejumlah sumber di Irak mengungkap adanya dugaan rencana kelompok bersenjata melancarkan serangan menggunakan drone ke negara-negara tetangga dalam waktu 48 jam.

Meski laporan tersebut tidak menyebut secara spesifik negara yang menjadi sasaran, informasi itu semakin memperkuat kekhawatiran mengenai meningkatnya aktivitas militer kelompok-kelompok yang didukung Iran di kawasan.

Baca Juga: Perang dengan Iran Bikin Gudang Senjata AS Terkuras, Rudal Patriot dan THAAD Menyusut Tajam

Menurut sumber Saudi, sasaran potensial tidak hanya terbatas pada instalasi militer. Berbagai infrastruktur penting yang menopang aktivitas ekonomi dan pelayanan publik juga disebut berisiko menjadi target.

Fasilitas energi, bandara internasional, pelabuhan, serta sejumlah infrastruktur strategis lainnya dinilai berpotensi menjadi sasaran apabila serangan benar-benar terjadi.

Laporan intelijen juga mengungkap adanya aktivitas pemindahan rudal dan pesawat nirawak (drone) ke sejumlah lokasi tertentu.

"Beberapa intelijen yang dikumpulkan termasuk pengamatan rudal dan drone yang diposisikan ulang sebagai persiapan untuk potensi serangan simultan," kata sumber itu.

Selain meningkatkan kewaspadaan di dalam negeri, Arab Saudi memastikan koordinasi dengan Amerika Serikat tetap berjalan di berbagai tingkatan, termasuk kerja sama antarmiliter untuk memantau perkembangan situasi keamanan.

"Koordinasi tetap 'sangat kuat' di semua tingkatan, termasuk antara kedua militer," ujar sumber tersebut.

Laporan intelijen tersebut menambah daftar ketegangan yang masih membayangi kawasan Timur Tengah, meski sejumlah negara terus mengupayakan jalur diplomasi guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.

Baca Juga: 950 Dapur MBG Terancam Ditutup Permanen, BGN Temukan Dugaan Tak Penuhi Standar Sanitasi

Editor : Moch Vikry Romadhoni
IRGC Houthi iran timur tengah arab saudi