BGN Prioritaskan 1.700 Dapur MBG di Daerah Stunting Tinggi, Aktivasi Dimulai Pekan Depan

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:07 WIB
Kepala BGN Sudaryono. (Istimewa)
Kepala BGN Sudaryono. (Istimewa)

Radar Pasuruan - Badan Gizi Nasional (BGN) akan memprioritaskan pengoperasian sekitar 1.700 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi.

Aktivasi dapur dilakukan secara bertahap mulai pekan depan setelah data kesiapan dapur dipadankan dengan data stunting dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Kepala BGN Sudaryono mengatakan, tahap awal akan dimulai dengan mengaktifkan sekitar 300 dapur yang telah siap beroperasi.

Selanjutnya, aktivasi akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh dapur yang memenuhi syarat dapat difungsikan.

"Nah nanti ini kita bertahap kita bereskan, nanti insyaallah mungkin minggu depan kita ada sekitar 300-an kita aktivasi minggu depannya lagi sehingga 13.000 ini kemudian yang memang belum perlu yang ini kita sisir semua," jelas Sudaryono saat rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Kamis (6/8).

Sudaryono menjelaskan, pemerintah juga memprioritaskan daerah-daerah yang sulit dijangkau, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Maluku, dan Maluku Utara. Wilayah tersebut dinilai membutuhkan percepatan layanan MBG untuk mendukung upaya penurunan angka stunting.

"Daerah Papua, NTT, Nias, daerah-daerah yang jauh di kepulauan Maluku Utara, Maluku itu jauh-jauh dan mereka sangat membutuhkan," ujarnya.

Baca Juga: 'Kok Langsing Sekali?' Candaan Zulhas ke Kepala BGN Berujung Sorotan Kinerja MBG

Ia juga meluruskan informasi mengenai 13.000 dapur MBG yang sempat ramai dibahas. Menurutnya, angka tersebut merupakan total titik pembangunan yang berada pada berbagai tahapan, mulai dari lokasi yang baru direncanakan hingga dapur yang telah selesai dibangun.

"Jadi sudah ada di data kita sekitar 13.000 lebih dapur yang ada statusnya ada semua, ada yang baru titik, ada juga yang sudah selesai gitu," ujar Sudaryono.

BGN telah melakukan pemetaan dengan menggabungkan data dapur yang siap beroperasi dengan data prevalensi stunting dari Kementerian Kesehatan. Hasil pemadanan itu menjadi dasar dalam menentukan wilayah yang diprioritaskan menerima layanan MBG.

"Maka dari data ini kita overlay dengan datanya Kementerian Kesehatan mana yang prioritas, yang stunting-nya tinggi dan tinggi sekali itu kemudian kita petakan, kita overlay dengan data dapur yang sudah siap. Ini insyaallah di minggu depan ini kita pelan-pelan kita rilis yang sudah siap ini," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah juga mempercepat penyelesaian pembangunan SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Target yang semula diperkirakan rampung dalam satu bulan kini dipercepat menjadi selesai dalam pekan ini.

"Kami tadi sudah menyelesaikan, sudah rapat hari ini memutuskan yang 3T akan selesai dalam minggu ini karena minggu lalu kita rapat satu bulan ternyata dalam satu minggu ini insyaallah bisa kita selesaikan yang 3T," kata Zulkifli Hasan.

Baca Juga: Dokter Tifa Tinggalkan Polemik Ijazah Jokowi, Pilih Kembali Fokus ke Dunia Kesehatan

Editor : Moch Vikry Romadhoni
stunting Zulkifli Hasan Makan Bergizi Gratis badan gizi nasional SPPG