Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan Iran kembali membuka akses pelayaran secara bebas di Selat Hormuz.
"Harus begitu. Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump kepada wartawan, dilansir dari Antara, Selasa (4/8).
Ucapan Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang dalam beberapa bulan terakhir kembali terlibat konflik bersenjata.
Sebelumnya, pada 18 Juni, Washington dan Teheran sempat menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.
Namun, situasi berubah ketika pada 8 Juli Trump menyatakan gencatan senjata tersebut tidak lagi berlaku. Sejak saat itu, militer Amerika Serikat kembali melancarkan sejumlah serangan ke wilayah Iran.
Baca Juga: Respons Pernyataan Prabowo, Kedubes Iran Tegaskan Tak Pernah Kejar Senjata Nuklir
Menurut Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), operasi militer tersebut dilakukan sebagai respons terhadap tindakan Iran terhadap kapal-kapal niaga yang melintasi Selat Hormuz.
Serangan Amerika Serikat dibalas Iran dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah.
Pada 12 Juli, Iran kemudian mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga Amerika Serikat menghentikan campur tangannya di kawasan tersebut.
Sehari setelah pengumuman itu, Trump menyatakan Amerika Serikat akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz. Ia juga mengumumkan pemberlakuan kembali blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran sebagai bagian dari kebijakan Washington dalam merespons konflik yang terus berlanjut.
Baca Juga: Viral Mobil Kopdes Merah Putih Parkir di Mal, Dinas Koperasi Solo Langsung Buka Suara
Editor : Moch Vikry Romadhoni