Trump Akui Iran Masih Punya Kekuatan Militer, Tegaskan Gencatan Senjata Sudah Berakhir

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 16:22 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Instagram/@realdonaldtrump)
Presiden AS Donald Trump. (Instagram/@realdonaldtrump)

Radar Pasuruan - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengakui Iran masih memiliki kemampuan militer meskipun telah menjadi sasaran sejumlah serangan militer Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara di kawasan Timur Tengah.

Saat berbicara di hadapan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (Environmental Protection Agency/EPA), Kamis (23/7), Trump menyebut Iran tetap menjadi negara yang memiliki ketahanan dan kemampuan tertentu.

"Mereka (Iran) tangguh, dan mereka cerdas, serta mereka masih memiliki sebagian kemampuan," kata Trump, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (24/7).

Dalam kesempatan itu, Trump juga membantah sejumlah laporan media Amerika Serikat yang menyebut posisi Iran kini lebih kuat dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Menurutnya, situasi justru berkembang lebih menguntungkan bagi Amerika Serikat daripada yang diperkirakan banyak pihak.

Trump tidak sependapat dengan anggapan bahwa serangan yang dilakukan Amerika Serikat justru memperkuat posisi Teheran. Ia meyakini kondisi saat ini masih berada dalam kendali Washington.

Baca Juga: Iran Klaim Tanker Minyak Pendukung AS Meledak usai Terobos Selat Hormuz yang Dipasangi Ranjau

Sebelumnya, Teheran dan Washington sempat menandatangani sebuah memorandum pada malam menjelang 18 Juni yang mengatur penghentian konflik yang dimulai sejak 28 Februari.

Namun, situasi kembali memanas setelah Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran sejak 8 Juli.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi militer tersebut merupakan respons atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Trump menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya sempat berlaku kini telah berakhir sehingga konflik antara kedua negara kembali memasuki fase yang lebih tegang.

Baca Juga: Tragedi di India! Ledakan Terowongan Tewaskan 25 Pekerja yang Terjebak Empat Hari

Editor : Moch Vikry Romadhoni
selat hormuz amerika serikat konflik timur tengah iran donald trump