Menkeu Buka Suara soal Anak Orang Kaya Dicoret dari MBG, APBN Berpeluang Lebih Efisien

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 16:02 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan paparan pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Selasa (21/7/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Radar Pasuruan - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menilai wacana pengecualian anak dari keluarga mampu sebagai penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menciptakan efisiensi anggaran. Meski demikian, ia menegaskan kebijakan tersebut masih dalam tahap kajian oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Pernyataan itu disampaikan Purbaya usai menghadiri rapat koordinasi devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/7).

"Pasti ada kurang, penghematan (anggaran) lah, bukan potong. Tapi tergantung mereka gimana teknisnya nanti," kata Purbaya.

Purbaya mengaku belum mengetahui secara rinci mekanisme penerapan kebijakan tersebut. Menurutnya, seluruh aspek teknis Program Makan Bergizi Gratis berada di bawah kewenangan Badan Gizi Nasional sehingga keputusan mengenai kriteria penerima akan ditentukan oleh lembaga tersebut.

Ia menilai apabila kebijakan itu diterapkan, kemungkinan besar akan menyasar sekolah-sekolah yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi mampu. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil kajian BGN.

"Saya enggak tahu detilnya seperti apa. Saya mesti tanya ke Kepala MBG bagaimana prosedurnya. Itu kan mereka yang kendalikan sepenuhnya. Kalau ada anak orang kaya, berarti sekolah-sekolah yang bagus-bagus. Mungkin nanti kalau mereka bilang mereka enggak mau, ya udah. Dikasih katanya gitu, tapi teknisnya tanya mereka ya," ujarnya.

Saat ini, Badan Gizi Nasional masih mengkaji usulan agar peserta didik dari keluarga berkecukupan tidak lagi menjadi sasaran utama penerima Program Makan Bergizi Gratis sehingga alokasi anggaran dapat lebih difokuskan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga: Polisi Selidiki Belasan Pelajar SMAN 1 Pandaan Alami Gejala Keracunan usai Santap MBG, Periksa 4 Saksi

Dalam kesempatan tersebut, Purbaya juga mengungkapkan rencananya untuk bertemu dengan Kepala Badan Gizi Nasional yang baru, Sudaryono. Namun, pertemuan tersebut belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena BGN masih menjalani proses konsolidasi internal setelah pergantian pimpinan.

Menurutnya, pemerintah memberikan waktu bagi jajaran BGN untuk menyelesaikan proses penataan organisasi sebelum membahas berbagai kebijakan strategis, termasuk pengembangan Program Makan Bergizi Gratis.

"Ketuanya ganti. Kita biarkan konsolidasi dulu. Ini kan masih konsolidasi. Tadinya minggu ini, tapi kan ketuanya ganti. Ada, tapi kan dia masih konsolidasi. Biar tenang dulu," katanya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Sudaryono Purbaya Yudhi Sadewa Makan Bergizi Gratis badan gizi nasional apbn