Radar Pasuruan - Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim satu kapal tanker minyak meledak setelah mencoba melintasi jalur di Selat Hormuz yang disebut telah dipasangi ranjau. Dua kapal tanker lainnya dilaporkan memilih berbalik arah setelah insiden tersebut di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan IRGC sebagaimana dikutip Press TV dan dilansir Antara, Kamis (23/7). Menurut IRGC, ketiga kapal tanker tersebut merupakan kapal yang memberikan dukungan kepada Amerika Serikat dan mencoba melewati jalur selatan Selat Hormuz.
"Tiga tanker minyak dukungan Amerika Serikat mencoba melintasi rute yang telah dipasangi ranjau di sebelah selatan Selat Hormuz. Setelah salah satu kapal tanker itu meledak dan terbakar, dua kapal lainnya segera berbalik arah dan mundur," kata IRGC.
IRGC menegaskan tidak ada kapal tanker minyak yang diperbolehkan melintas masuk maupun keluar melalui jalur tersebut tanpa koordinasi dengan pemerintah Iran.
Lembaga militer elite itu juga memperingatkan bahwa setiap kapal yang tetap memaksakan diri melewati kawasan tersebut akan menghadapi konsekuensi serupa. Menurut IRGC, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap kapal yang dianggap mengabaikan peringatan yang telah disampaikan.
"Tidak ada tanker minyak yang diizinkan masuk maupun keluar."
IRGC kemudian menambahkan, "Setiap kapal, yang terjebak dalam tipu daya Amerika dan mencoba melintas tanpa koordinasi dengan Republik Islam Iran, akan menemui nasib yang sama."
Sehari sebelum laporan tersebut muncul, Juru Bicara IRGC Hossein Mohebbi telah lebih dulu mengumumkan bahwa jalur selatan Selat Hormuz telah dipasangi ranjau sebagai bagian dari langkah pengamanan Iran.
Ia bahkan mengingatkan seluruh pihak agar tidak mengikuti dorongan Amerika Serikat untuk melintasi jalur tersebut karena dinilai berisiko tinggi.
"Jalur selatan Selat Hormuz yang telah dipasangi ranjau akan menghancurkan investasi Anda. Jangan terjebak oleh tipu daya Amerika Serikat," kata Mohebbi.
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu (22/7) mengeluarkan peringatan keras kepada Iran.
Trump menyatakan Amerika Serikat akan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik di Iran, termasuk yang berada di Teheran, setiap kali Iran melancarkan serangan terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Baca Juga: Menkeu Buka Opsi Sekolah Menolak MBG, Efisiensi Anggaran Bisa Terjadi
Editor : Moch Vikry Romadhoni