Ramai Jadi Bahan Konten, Kepala BGN Minta Program MBG Tak Dipelintir Demi Viral

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 17:23 WIB
Kepala BGN Sudaryono tiba di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7)/(Dimas Choirul/Jawapos.com)
Kepala BGN Sudaryono tiba di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7)/(Dimas Choirul/Jawapos.com)

Radar Pasuruan- Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengingatkan masyarakat agar tidak memanfaatkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bahan sensasi demi mengejar perhatian di media sosial. Ia menegaskan kritik terhadap program pemerintah tersebut diperbolehkan selama disampaikan berdasarkan fakta, bukan informasi yang menyesatkan.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (22/7). Menurutnya, MBG merupakan program nasional yang mendapat perhatian luas sehingga kerap menjadi topik hangat di berbagai platform media maupun media sosial.

"Saya minta, saya mohon, saya tahulah bahwa MBG, BGN ini tema yang besar, kemudian ramai di mana-mana, di media maupun di sosmed," kata Sudaryono.

Sudaryono mengakui tingginya perhatian publik terhadap MBG membuat sebagian pihak tergoda memanfaatkan isu tersebut untuk menarik perhatian hingga menjadi viral. Namun, ia menegaskan viralnya sebuah informasi bukan persoalan selama isi yang disampaikan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Menurut dia, yang perlu dihindari adalah penyebaran informasi yang tidak akurat atau bahkan mengandung hoaks sehingga dapat membentuk opini publik yang keliru terhadap pelaksanaan program tersebut.

"Se-viral apa pun enggak ada masalah, tapi saya ingin ya itu kemudian diberitakan atau diposting kebenaran. Kalau ada pelanggaran, pelanggaran itu memang ada kebenarannya," tegasnya.

Sudaryono menilai penyampaian informasi yang tidak sesuai fakta dapat memunculkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Bahkan, ia menyebut penyebaran fitnah maupun dugaan sabotase berpotensi menghambat upaya pemerintah dalam menjalankan program pemenuhan gizi bagi anak-anak.

"Jangan sampai kita kemudian ada hoaks, ada fitnah, ya kan, kemudian ada misinterpretasi. Jadi sengaja misinterpretasi atau mungkin barangkali mohon maaf, kasarnya jeleknya sabotase dan lain-lain, please-lah," katanya.

Baca Juga: Prabowo Tak Rela Kehilangan Nanik Deyang, Eks Kepala BGN Disiapkan Isi Dewan Pengarah MBG

Mantan Wakil Menteri Pertanian itu menegaskan BGN tetap membuka ruang bagi kritik maupun pengawasan publik terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Menurutnya, masukan dari masyarakat justru dibutuhkan agar program dapat berjalan semakin baik.

Meski demikian, ia berharap setiap kritik disampaikan secara objektif dengan mengacu pada data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan. Peran media dan masyarakat dinilai penting dalam menjaga kualitas informasi yang beredar mengenai MBG.

"Ya ini kita kerja bareng, kerja semua, dan saya minta semua, saya mohon kepada awak media dan semuanya untuk kemudian secara arif dan benar," ucapnya.

Sudaryono menambahkan, BGN tidak pernah berupaya menutup-nutupi berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan program. Namun, ia berharap informasi yang tersebar di ruang publik tetap mengedepankan kebenaran agar tidak menimbulkan persepsi yang salah di masyarakat.

"Tapi please-lah jangan kemudian beritanya adalah berita yang tidak benar," pungkasnya.

Baca Juga: Kasus Febrie Adriansyah Guncang Kejaksaan, Formappi Sebut Kepercayaan Publik Terus Menurun

Editor : Moch Vikry Romadhoni
hoaks Sudaryono Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto BGN