Smart City Banyuwangi Mendunia! Pengelolaan Sampah hingga Layanan Kesehatan Dipresentasikan ke ASEAN

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 17:10 WIB
Delegasi Indonesia dalam Asean Smart Cities Network (ASCN) menggelar pertemuan di Kabupaten Banyuwangi, Senin (20/7/2026). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sebagai tuan rumah pertemuan menajdi salah satu anggota delegasi Indonesia dalam pertemuan itu. (Istimewa)
Delegasi Indonesia dalam Asean Smart Cities Network (ASCN) menggelar pertemuan di Kabupaten Banyuwangi, Senin (20/7/2026). Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sebagai tuan rumah pertemuan menajdi salah satu anggota delegasi Indonesia dalam pertemuan itu. (Istimewa)

Radar Pasuruan - Kabupaten Banyuwangi menjadi lokasi konsolidasi delegasi Indonesia dalam ASEAN Smart Cities Network (ASCN) yang digelar bersamaan dengan Annual Meeting ASCN ke-9, Senin (20/7/2026). Pertemuan tersebut berlangsung secara daring dan terhubung dengan forum utama yang dipusatkan di Filipina, serta diikuti negara-negara anggota ASEAN dan sejumlah negara mitra.

Rapat tahunan ini melibatkan 11 negara anggota ASEAN serta mitra internasional, seperti Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, dan Rusia. Agenda utama pertemuan membahas penguatan kerja sama dalam pengembangan kawasan perkotaan yang cerdas dan berkelanjutan.

Delegasi Indonesia yang mengikuti konsolidasi di Banyuwangi berasal dari enam daerah, yakni Kabupaten Banyuwangi, DKI Jakarta, Kota Makassar, Kabupaten Sumedang, Kota Semarang, dan Kota Denpasar. Pertemuan dipimpin Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal, bersama kepala daerah atau perwakilan dari masing-masing delegasi.

Safrizal menjelaskan bahwa ASEAN Smart Cities Network merupakan wadah kerja sama negara-negara Asia Tenggara dalam mendorong pembangunan kota cerdas. Menurutnya, Indonesia memiliki peran penting dalam memperkuat implementasi konsep smart city, baik di dalam negeri maupun di kawasan ASEAN.

"Kami memusatkan pertemuan konsolidasi di Kabupaten Banyuwangi. Awalnya, saat ASCN berdiri pada 2018, yang kita promosikan ke tingkat Asia Tenggara, yakni DKI Jakarta, Makassar, dan Banyuwangi. Sekarang kita tambah 3 lagi," kata Safrizal.

Ia menambahkan, forum tersebut menjadi kesempatan bagi setiap delegasi untuk memaparkan perkembangan program smart city di daerah masing-masing sekaligus saling bertukar pengalaman.

"Di sinilah kita bisa sharing berbagai praktek baik yang dilakukan masing-masing delegasi. Kita bisa saling tukar pikiran, bahkan bisa saling mencontoh praktek baiknya," tuturnya.

Baca Juga: Prabowo Absen di KTT Rusia-ASEAN Kazan, Pilih Fokus Selesaikan Agenda Dalam Negeri

Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mempresentasikan berbagai inovasi daerah yang dikembangkan melalui pendekatan smart village, mulai dari pemanfaatan big data, layanan telekonsultasi kesehatan selama 24 jam, hingga sistem pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Banyuwangi hadir bersama jaringan kota ASCN lainnya untuk saling berbagi praktek baik terkait program Smart City dengan negara ASEAN. Banyuwangi sendiri mengembangkan smart city dengan pendekatan smart village,” kata Ipuk.

Salah satu inovasi yang dipaparkan adalah pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R). Program tersebut menerapkan sistem ekonomi sirkular, mulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, edukasi lingkungan, pelibatan masyarakat, hingga pengolahan sampah menjadi energi alternatif berupa Refuse Derived Fuel (RDF).

“Program ini mampu mengurangi sampah yang tidak terolah lebih lanjut, bahkan juga telah mampu mengelola sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif Refuse Derived Fuel (RDF). Sebanyak puluhan ton RDF tersebut telah dikirim untuk menjadi bahan bakar industri,” papar Ipuk.

Selain itu, Banyuwangi juga memperkenalkan layanan Oasis Wangi (Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi) yang bekerja sama dengan Noora Health. Program tersebut memungkinkan masyarakat memperoleh konsultasi kesehatan gratis selama 24 jam melalui aplikasi WhatsApp.

“Cukup melalui WhatsApp, warga bisa menanyakan berbagai informasi kesehatan secara realtime. Juga bisa menerima tips dan edukasi kesehatan secara reguler,” terang Ipuk.

Menutup paparannya, Ipuk menilai forum ASCN menjadi sarana penting untuk saling belajar dan berbagi praktik terbaik antaranggota dalam mewujudkan pembangunan kota yang cerdas sekaligus berkelanjutan.

“ASCN ini menginspirasi semua anggotanya untuk saling belajar praktek baik bagaimana menciptakan daerah yang tidak hanya smart, namun juga yang dalam kerangka pembangunan berkelanjutan,” tutup Ipuk.

Baca Juga: PWI Polisikan Hotman Paris, Polda Metro Jaya Langsung Bergerak Selidiki Dugaan Penghinaan Wartawan

Editor : Moch Vikry Romadhoni
Banyuwangi ASEAN Smart Cities Network Smart City Ipuk Fiestiandani kemendagri