Kabar Baik! Harga Pertamax Berpeluang Turun, Bahlil Minta Pertamina Segera Lakukan Penyesuaian

Moch Vikry Romadhoni • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 16:22 WIB
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Menteng, Jakarta, Rabu (10/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Radar Pasuruan - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax, berpotensi mengalami penurunan dalam waktu dekat. Wacana tersebut muncul seiring melemahnya harga minyak dunia yang dinilai membuka ruang bagi penyesuaian harga di dalam negeri.

Bahlil mengatakan pemerintah telah meminta Pertamina maupun badan usaha swasta di sektor migas untuk mulai mempersiapkan penyesuaian harga apabila tren penurunan harga minyak global terus berlanjut.

“Bahkan ada berpotensi untuk beberapa jenis BBM, ketika harga minyak dunia turun, kita sudah mulai meminta kepada pengusaha badan usaha swasta, termasuk Pertamina, untuk segera melakukan penyesuaian,” ujar Bahlil kepada wartawan di Istana Negara, Senin (20/7).

Menurut Bahlil, pemerintah dalam waktu dekat akan menggelar pembahasan bersama PT Pertamina dan badan usaha lainnya untuk menghitung besaran penyesuaian harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap perubahan harga minyak mentah dunia yang belakangan mengalami penurunan dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

Ia menjelaskan bahwa fluktuasi harga minyak global turut memengaruhi Indonesian Crude Price (ICP) yang menjadi salah satu acuan dalam penetapan harga BBM di Indonesia. Karena itu, pemerintah perlu melakukan perhitungan secara cermat agar kebijakan yang diambil tetap seimbang.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok, Menkeu Sebut Pertamax Berpotensi Turun Perlahan

Bahlil menegaskan pemerintah ingin merumuskan kebijakan yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat pengguna BBM nonsubsidi, tetapi juga tetap menjaga keberlangsungan usaha di sektor perminyakan.

Menurutnya, pengguna BBM nonsubsidi hanya mencakup sekitar 20 persen dari total konsumen BBM nasional. Meski mayoritas berasal dari kelompok masyarakat yang dinilai mampu, pemerintah tetap berupaya agar harga yang ditetapkan tidak membebani mereka.

“Jadi dalam kondisi seperti ini kita mencari formulasi yang bijak, yang tidak memberatkan rakyat pengguna khususnya yang non-subsidi, ini kan totalnya 20 persen. Ini saudara-saudara kita yang mampu. Tapi juga kita tidak memberatkan pelaku usaha di sektor perminyakan,” ujarnya.

Hingga kini pemerintah masih melakukan pengkajian bersama Pertamina dan badan usaha terkait sebelum memutuskan besaran penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Jika hasil pembahasan sesuai dengan tren penurunan harga minyak dunia, maka harga Pertamax dan beberapa jenis BBM nonsubsidi lainnya berpeluang mengalami penyesuaian dalam waktu dekat.

Baca Juga: Tak Perlu Artis atau Selebgram, Bang Faiq Buktikan Konten Sederhana Bisa Viral dan Raih Ratusan Ribu Followers

Editor : Moch Vikry Romadhoni
harga minyak dunia bbm nonsubsidi bahlil lahadalia pertamax pertamina