Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Kopdes Merah Putih di Wonogiri Diserbu Warga, Stok MinyaKita dan Beras SPHP Menipis

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 18 Juli 2026 | 17:23 WIB
Pegawai gerai Kopdes Merah Putih Desa Bulusulur, Wonogiri menata stok barang, Kamis (16/7/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Pegawai gerai Kopdes Merah Putih Desa Bulusulur, Wonogiri menata stok barang, Kamis (16/7/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)

Radar Paasuruan - Sebanyak 63 gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, menghadapi kendala pasokan barang di tengah tingginya minat masyarakat. Komoditas bersubsidi seperti MinyaKita dan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi produk yang paling banyak diburu, namun stoknya mulai menipis.

Sejumlah pengurus koperasi mengaku telah memesan barang melalui PIC Agrinas. Namun hingga kini pasokan baru belum juga diterima sehingga sejumlah rak di gerai mulai kosong.

Salah satu gerai yang mengalami kondisi tersebut adalah Kopdes Merah Putih Bulusulur, Kecamatan Wonogiri. Koperasi yang telah beroperasi sekitar satu bulan itu mengaku aktivitas pelayanan berjalan lancar tanpa kendala berarti berkat pelatihan yang telah diberikan kepada pengelola.

Ketua Kopdes Merah Putih Bulusulur, Wardo, menjelaskan bahwa setiap hari stok barang terus dipantau dan dilaporkan ketika mulai menipis.

Menurutnya, persoalan utama saat ini bukan pada operasional koperasi, melainkan keterlambatan pasokan barang dari distributor.

Ia mengatakan banyak warga datang untuk membeli MinyaKita, namun harus pulang dengan kecewa karena stok telah habis.

Wardo juga menyebut terdapat dua PIC Agrinas di Wonogiri yang setiap sore mengambil hasil penjualan dari gerai setelah operasional selesai.

Kondisi serupa terjadi di Kopdes Merah Putih Desa Sindukarto, Kecamatan Eromoko. Wakil Ketua koperasi, Novemi Bestari Putri, mengatakan MinyaKita dan beras SPHP menjadi produk yang paling diminati masyarakat sejak gerai mulai beroperasi pada Juni lalu.

Namun saat ini stok MinyaKita telah habis dan pihak koperasi masih menunggu pengiriman berikutnya.

Di Desa Sumberharjo yang baru membuka gerainya pekan lalu, minyak goreng juga menjadi salah satu produk yang paling banyak dicari warga. Pengelola menyebut operasional berjalan normal meski permintaan terus meningkat.

Sementara itu, Kopdes Merah Putih Desa Singodutan, Kecamatan Selogiri, juga mengalami persoalan serupa. Gerai yang telah beroperasi hampir satu bulan itu mengaku MinyaKita menjadi barang paling laris, tetapi stok yang dipesan belum juga datang.

Salah seorang pegawai mengatakan harga MinyaKita di koperasi jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Di Kopdes Merah Putih, MinyaKita dijual seharga Rp15.700 per liter, sedangkan di pasar umum mencapai sekitar Rp20 ribu per liter.

Untuk komoditas bersubsidi seperti MinyaKita dan beras SPHP, penjualan dilakukan secara terbatas dan hanya diperuntukkan bagi warga desa sesuai ketentuan yang berlaku. Sementara produk lain dapat dibeli tanpa pembatasan.

Para pengelola berharap pasokan barang segera kembali normal agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas Kopdes Merah Putih tetap berjalan optimal di tengah tingginya permintaan warga.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
kopdes merah putih Koperasi Desa Beras SPHP Wonogiri MinyaKita