Radar Pasuruan - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Indonesia. Seorang siswa sekolah dasar asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, bernama Ibrahim Al Abrar berhasil memperoleh Letter of Recognition (LOR) dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) setelah menemukan kerentanan pada salah satu sistem digital resmi lembaga tersebut.
Penghargaan diberikan melalui program NASA Vulnerability Disclosure Policy (VDP) yang dijalankan melalui platform Bugcrowd. Surat penghargaan resmi diterima Ibrahim pada 9 Juli 2026 setelah laporan yang dikirimnya dinyatakan valid oleh tim keamanan siber NASA.
Kerentanan yang ditemukan Ibrahim berupa broken link hijacking, yakni kondisi ketika tautan pada sebuah situs mengarah ke halaman yang sudah tidak aktif sehingga berpotensi disalahgunakan oleh pihak lain.
Ayah Ibrahim, Aminudin, mengungkapkan proses verifikasi laporan tidak berlangsung singkat. Putranya harus menunggu hampir dua bulan sebelum memperoleh pengakuan resmi dari NASA.
"Lapornya sudah hampir 2 bulan. Tapi baru dibalas kemarin tanggal 9 Juli, dapat sertifikat lolosnya," ujar Aminudin, dikutip dari Radar Solo (Jawa Pos Group), Sabtu (18/7).
Menurutnya, sebelum laporan diterima, Ibrahim sempat beberapa kali mengirimkan temuan yang ditolak karena dinilai sebagai laporan duplikat.
Namun pada pengiriman ketiga, laporan tersebut akhirnya dinyatakan valid dan mendapatkan apresiasi berupa Letter of Recognition berstempel resmi NASA.
Baca Juga: Sehari Semalam Bertahan di Pohon Kelapa, Bocah Aceh Ini Saksikan Nenek Terseret Banjir
Ibrahim mengaku mulai tertarik mendalami dunia keamanan siber secara mandiri. Ia mencari berbagai situs melalui mesin pencari, kemudian memeriksa halaman-halaman yang memuat tautan eksternal untuk menemukan potensi kerentanan.
Ketertarikannya pada bidang cyber security bermula dari saran teman-temannya di media sosial. Untuk memperdalam kemampuan, Ibrahim rutin mempelajari berbagai materi melalui video tutorial di YouTube.
"Kesulitannya itu belum paham materi. Kadang-kadang juga nonton tutorial YouTube," kata Ibrahim.
Meski tinggal di wilayah pedesaan dengan akses yang terbatas, Ibrahim terus mengasah kemampuan di bidang teknologi informasi. Selain belajar secara mandiri, ia juga aktif membagikan konten edukasi seputar coding melalui akun Instagram pribadinya.
Ke depan, Ibrahim bercita-cita menjadi seorang profesional di bidang keamanan siber serta mengikuti berbagai kompetisi teknologi informasi di tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi tersebut menambah daftar pelajar Indonesia yang mampu bersaing di bidang teknologi global dan menunjukkan bahwa kemampuan di bidang keamanan siber dapat dikembangkan sejak usia dini melalui kemauan belajar dan ketekunan.
Baca Juga: Baznas Usulkan Zakat Jadi Pengurang Pajak Final, Dinilai Bisa Tingkatkan Kepatuhan Muzaki
Editor : Moch Vikry Romadhoni